Banner Website
Daerah

Pekanbaru Gaspol PSEL: Dua TPA Disulap Jadi Sumber Listrik, Target PAD Menguat

14
×

Pekanbaru Gaspol PSEL: Dua TPA Disulap Jadi Sumber Listrik, Target PAD Menguat

Sebarkan artikel ini
Pekanbaru Gaspol PSEL Dua TPA Disulap Jadi Sumber Listrik
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. (Taktiknews/Y)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan langkah agresif mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Pekanbaru Raya. Dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dipastikan menjadi tulang punggung program ini.

Wali Kota Agung Nugroho memastikan, proyek ini sudah memasuki tahap konkret setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Kabupaten Siak dan Kabupaten Kampar.

Fokus utama diarahkan ke TPA Muara Fajar yang akan diubah dari sistem terbuka menjadi sanitary landfill modern berbasis pengendalian gas.

“Pertama di TPA Muara Fajar, di TPA itu sampah tidak kita biarkan begitu saja. Dari sistem open dumping, nanti akan menjadi control lanfil. Itu ditutup membran, dan membrannya akan menghasilkan gas metan,” kata Wako Agung, Sabtu (11/4/2026).

Gas metana hasil pengolahan tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai sumber listrik, tetapi juga diproyeksikan menjadi komoditas bernilai ekonomi yang mampu memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, Pemko juga menyiapkan pembangunan TPA baru di perbatasan Pekanbaru–Kampar di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Riau. Fasilitas ini akan difungsikan sebagai pusat waste to energy (WtE) regional.

“Karena penyumbang sampah terbesar itu adalah Pekanbaru, maka namanya Pekanbaru Raya. Di situ akan berdampak baik, karena sampah akan dibakar semuanya,” jelas Wako.

Pemko menilai proyek ini sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai persoalan sampah sekaligus menjawab kebutuhan energi alternatif. Namun, Agung menegaskan keberhasilan program tetap bergantung pada disiplin pemilahan sampah dari masyarakat.

“Dan yang anorganik nya bisa kita sesuaikan mana yang bisa bernilai. Bisa kita tukarkan ke bank sampah yang ada,” pungkasnya.

Dengan skema ini, Pekanbaru tidak hanya menekan volume sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi aset ekonomi dan energi, menandai pergeseran serius menuju kota berbasis pengelolaan sampah modern.***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *