Taktiknews.com, Pekanbaru – Ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di wilayah Riau mulai menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi dan lingkungan di Bumi Lancang Kuning.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa situasi tersebut tidak bisa dianggap ringan karena efeknya dapat merembet ke berbagai sektor penting, mulai dari ekonomi masyarakat, dunia pendidikan, hingga kualitas lingkungan hidup.
Ia juga menyoroti kondisi global yang tidak stabil sebagai faktor tambahan yang memperburuk situasi. Gejolak geopolitik internasional disebut dapat memicu kenaikan nilai mata uang, yang kemudian berdampak pada meningkatnya harga energi serta kebutuhan pokok di pasar.
“Secara geopolitik kita sedang dihadapkan pada situasi sulit. mata uang naik. Energi kebutuhan pokok semuanya akan berdampak naik. Ini diprediksi akan terjadi. Belum lagi isu elnino super. Ini suklis 30 tahunan dan pernah terjadi di tahun 1997,” katanya di forum dialog dengan warta TNTN, di kantor Gubernur Riau, Senin, 13 April 2026.
Selain tekanan ekonomi global, Herry juga mengingatkan adanya ancaman fenomena iklim ekstrem yang disebut “El Nino Godzilla”. Fenomena ini diperkirakan berlangsung dalam durasi panjang dan dapat mengganggu sektor perkebunan serta kehutanan yang menjadi penopang utama ekonomi masyarakat di daerah.
Menurutnya, tanda-tanda dampak mulai terlihat sejak April dan diprediksi akan mencapai puncaknya dalam beberapa bulan ke depan, tepatnya hingga Oktober mendatang.
“El Nino Godzila sudah dimuai pada April, berlanjut Juni dan diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober mendatang. Kalau kondisi ekonomi kacau ditambah karhutla, maka akan terjadi ketidakteraturan sosial.
Kami memastikan bahwa kami tetap bersama dengan masyarakat untuk menghadapi berbagai persoalan yang mungkin akan terjadi,” tambahnya.
Kapolda menegaskan bahwa langkah pencegahan menjadi prioritas utama untuk mengantisipasi dampak lebih luas, termasuk potensi ketidakteraturan sosial akibat tekanan ekonomi dan bencana asap.
Kepolisian juga berkomitmen mengawal stabilitas di lapangan, khususnya dalam menjaga ketersediaan kebutuhan pokok serta mencegah praktik pembakaran lahan yang dapat memperparah krisis lingkungan dan ekonomi di daerah.
Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem dan karhutla, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum diharapkan memperkuat langkah mitigasi agar dampak yang ditimbulkan dapat ditekan sejak dini.***













