Taktiknews.com, Pekanbaru – Hilirisasi sawit membuat posisi Riau semakin strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi faktor utama agar kekayaan alam daerah mampu memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) sekaligus Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) KAGAMA, Nezar Patria, saat menghadiri pelantikan Pengurus Daerah (Pengda) KAGAMA Riau Masa Bakti 2026–2031 di Pekanbaru, Sabtu (18/7/2026).
Dalam keterangannya yang dipantau Taktiknews.com, Sabtu (18/7/2026), Nezar menegaskan Riau memiliki posisi penting, baik sebagai pusat budaya Melayu maupun penopang perekonomian nasional berkat kekayaan sumber daya alam yang dimiliki.
“Riau tentu saja merupakan wilayah yang sangat penting, baik dalam khazanah kebudayaan Melayu, maupun secara lanskap sosial dan ekonomi nasional. Berdasarkan data, terdapat sekitar 3,8 juta hektar lahan sawit di sini, yang menyumbang sekitar 20% dari total produksi sawit nasional. Belum lagi komoditas kelapa, serta sumber daya alam sektor migas di mana Riau memegang cadangan yang cukup besar,” ujarnya.
Menurut Nezar, selama ini minyak bumi dan kelapa sawit menjadi tulang punggung ekonomi Riau. Namun, kebijakan hilirisasi yang dijalankan pemerintah membuat komoditas sawit memiliki nilai strategis yang semakin besar.
Pemerintah, kata dia, terus mempercepat pengembangan industri hilir berbasis sawit agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah, termasuk mendukung transisi energi melalui peningkatan penggunaan biodiesel.
“Minyak bumi dan sawit selama ini menjadi tumpuan. Terkait sawit, komoditas ini menjadi kian krusial karena pemerintah sedang gencar menjalankan program hilirisasi nasional. Kita sedang mendorong bagaimana produk turunan sawit bisa menjadi sumber energi masa depan, seperti program campuran B50 dan sebagainya,” jelasnya.
Nezar menilai kebijakan tersebut otomatis memperkuat posisi Riau dalam peta pembangunan nasional. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan alumni perguruan tinggi, diharapkan mengambil peran aktif dalam mendorong kemajuan daerah.
“Hal ini otomatis membuat posisi strategis Riau menjadi semakin penting di kancah nasional. Di sinilah peran alumni KAGAMA diuji, baik yang berada di pemerintahan maupun sektor swasta,” ungkapnya.
Meski memiliki sumber daya alam melimpah, Nezar menegaskan masa depan Riau tetap bergantung pada kualitas manusianya. Ia menilai integritas dan karakter menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan sekaligus mempertahankan nilai budaya Melayu.
“Saya sangat percaya bahwa masa depan Riau tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah, melainkan oleh kualitas manusianya dalam menjaga Marwah dan Tuah. Dalam kehidupan modern, kearifan lokal Marwah dan Tuah ini merepresentasikan integritas dan reputasi. Integritas adalah marwah kita, sedangkan reputasi adalah tuah kita,” terangnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat, termasuk keluarga besar KAGAMA, untuk terus menjaga integritas sebagai modal utama membangun daerah.
“Sehingga sangat penting bagi kita semua untuk menjaga integritas dan marwah ini demi mendongkrak performa Riau sebagai provinsi yang tidak hanya kaya alamnya, tetapi juga unggul manusianya,” pungkasnya.***














