Taktiknews.com, Banda Aceh – Mendagri Siapkan Posko 24 Jam dan Media Center Khusus untuk Penanganan Bencana Aceh sebagai langkah mempercepat koordinasi, transparansi informasi, dan pengendalian dampak bencana yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat kunjungan kerja di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Tito menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah mengaktifkan dua posko utama, masing-masing di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta dan di Banda Aceh.
Posko di Jakarta berfungsi sebagai pusat kendali nasional yang mengoordinasikan seluruh kementerian dan lembaga terkait. Dari posko ini, pemerintah akan menggelar rapat evaluasi harian untuk memantau perkembangan penanganan bencana di daerah.
“Setiap hari ada laporan dari kementerian dan lembaga, kemudian kami sampaikan secara terbuka kepada media melalui briefing rutin,” ujar Tito.
Selain briefing harian, pemerintah juga menyiapkan briefing mingguan yang akan diisi oleh menteri atau pejabat tinggi secara bergiliran, khususnya bagi instansi yang menunjukkan progres signifikan di lapangan.
Sementara itu, posko yang berada di Banda Aceh difokuskan untuk pengendalian langsung di lapangan. Posko ini beroperasi selama 24 jam penuh dan menjadi pusat penerimaan laporan dari kabupaten dan kota terdampak bencana.
“Kami ingin respons cepat, koordinasi solid, dan keputusan bisa langsung diambil dari Aceh,” tegas Tito.
Untuk memperkuat keterbukaan informasi, pemerintah juga membangun media center khusus di Aceh yang terpisah dari media center nasional di Jakarta. Media center ini akan menyampaikan perkembangan penanganan bencana secara berkala kepada masyarakat Aceh.
Tito menegaskan, Aceh mendapat perhatian khusus karena dampak bencana yang cukup luas dan kompleks. Pemerintah daerah, termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, akan dilibatkan dalam penyampaian laporan mingguan kepada publik.
“Fokus kami adalah apa yang sudah dikerjakan, apa yang sedang berlangsung, dan apa langkah selanjutnya,” pungkasnya.***














