Banner Website
Nasional

MBG Dorong Pendidikan dan Ekonomi Riau, Sekda: Dampaknya Multisektor

72
×

MBG Dorong Pendidikan dan Ekonomi Riau, Sekda: Dampaknya Multisektor

Sebarkan artikel ini
MBG Dorong Pendidikan dan Ekonomi Riau, Sekda: Dampaknya Multisektor
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi. (TN/Ini Riau)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Riau tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk memperkuat sektor pendidikan, menggerakkan ekonomi lokal, serta menekan angka kemiskinan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, Senin (12/1/2026). Ia menegaskan perluasan sasaran MBG membawa efek berantai yang luas bagi pembangunan daerah.

“Ketika sasaran MBG diperluas, dampaknya tidak hanya pada kesehatan. Di sektor pendidikan, anak-anak lebih siap belajar, prestasi meningkat, dan potensi putus sekolah bisa ditekan,” ujar Syahrial.

Ia menjelaskan, pelaksanaan MBG yang menyasar sekolah secara langsung menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.

Anak-anak dengan asupan gizi yang baik dinilai memiliki konsentrasi dan daya tangkap yang lebih optimal.

Dari sisi ekonomi, Syahrial menekankan bahwa MBG dirancang untuk menyerap bahan pangan lokal, sehingga memberi manfaat nyata bagi petani dan pelaku usaha daerah.

“Bahan pangan kita ambil dari petani lokal. Artinya, program ini ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat dan memperkuat perputaran uang di daerah,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menilai MBG juga berkontribusi pada upaya penanggulangan kemiskinan, salah satunya melalui penciptaan lapangan kerja baru di sektor penyediaan, pengolahan, hingga distribusi makanan.

Menurut Syahrial, kebijakan MBG bersifat dinamis dan terbuka terhadap evaluasi.

Pemerintah, kata dia, akan terus menyempurnakan pelaksanaan program dengan mempertimbangkan masukan masyarakat demi mencapai tujuan yang lebih luas.

“Ada target besar yang ingin dicapai, mulai dari penurunan stunting, penguatan rantai pasok pangan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, MBG dinilai menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian dan ketahanan pangan di Riau.

Dengan mengandalkan pasokan lokal, para petani dan produsen daerah diharapkan semakin berdaya dan berkelanjutan.

Syahrial juga menekankan pentingnya dukungan seluruh pemangku kepentingan agar program berjalan optimal dan tepat sasaran. Ia menyebut sinergi lintas dinas menjadi kunci keberhasilan MBG.

“Tujuan program ini luas, maka pelaksanaannya juga harus melibatkan banyak pihak.

Dukungan stakeholder sangat dibutuhkan, termasuk Dinas Sosial untuk pendataan anak di panti asuhan hingga kelompok lansia,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *