Taktiknews.com, Pringsewu – Sorotan terhadap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun 2025 di Kabupaten Pringsewu terus bergulir. Setelah keluhan warga terkait kebocoran jaringan pipa dan terganggunya distribusi air bersih mencuat, kini Lembaga Pemantau Kebijakan Publik Lampung (L@PAKK) menyatakan siap turun melakukan investigasi langsung ke lapangan.
Ketua Umum L@PAKK, Nova Hendra, menegaskan pihaknya akan menelusuri dugaan ketidaksesuaian pekerjaan proyek SPAM yang nilainya mencapai miliaran rupiah per lokasi tersebut. Investigasi akan difokuskan pada aspek teknis pekerjaan, pengawasan proyek, hingga potensi kerugian negara apabila ditemukan penyimpangan.
“Kami melihat persoalan proyek SPAM 2025 di Pringsewu ini tidak bisa dianggap biasa. Banyak laporan masyarakat terkait kebocoran jaringan dan tidak maksimalnya distribusi air. Ini harus ditelusuri secara serius,” tegas Nova Hendra kepada wartawan, Jumat (20/3/2026).
Investigasi Terfokus hingga Dugaan Pelanggaran Spesifikasi
Menurut Nova, investigasi yang akan dilakukan L@PAKK tidak hanya sebatas pengumpulan informasi awal, tetapi juga mencakup penelusuran dokumen teknis proyek, pelaksanaan pekerjaan di lapangan, serta fungsi pengawasan dari instansi terkait.
Ia menilai proyek dengan nilai anggaran besar seharusnya menghasilkan kualitas pekerjaan yang optimal dan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kalau proyeknya bernilai miliaran rupiah per titik, seharusnya kualitas jaringan kuat dan distribusi air berjalan normal. Kalau sejak awal sudah ditemukan banyak kebocoran, patut diduga ada persoalan serius pada pelaksanaan pekerjaan,” ujarnya.
Nova menegaskan pihaknya tidak akan ragu mengambil langkah hukum apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan.
Siap Laporkan ke Kejati Lampung dan BPK
L@PAKK juga menyatakan akan membawa hasil investigasi tersebut ke aparat penegak hukum apabila ditemukan indikasi pelanggaran dalam pelaksanaan proyek.
“Kami tegaskan, apabila dalam investigasi ditemukan ketidaksesuaian pekerjaan atau indikasi kerugian negara, kami akan langsung melaporkannya ke Kejaksaan Tinggi Lampung dan Badan Pemeriksa Keuangan. Ini bentuk komitmen kami dalam mengawal penggunaan anggaran publik,” kata Nova.
Ia menilai keterlibatan lembaga penegak hukum dan lembaga audit negara penting agar persoalan proyek SPAM tidak berhenti pada klarifikasi administratif semata.
Soroti Peran Pengawasan Dinas Terkait
Selain menyoroti pelaksanaan pekerjaan oleh rekanan, L@PAKK juga memberi perhatian serius terhadap fungsi pengawasan dari instansi teknis, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pringsewu.
Menurut Nova, proyek strategis daerah tidak mungkin berjalan tanpa sistem pengawasan yang melekat dari awal hingga akhir pekerjaan.
“Kami juga akan melihat sejauh mana fungsi pengawasan berjalan. Kalau ada banyak kebocoran sejak awal distribusi, maka pengawasan harus dievaluasi secara menyeluruh,” tegasnya.
Minta Pemda Tidak Tutup Mata
Nova Hendra meminta Pemerintah Kabupaten Pringsewu tidak menutup mata terhadap keluhan masyarakat terkait proyek SPAM 2025 yang hingga kini belum dirasakan manfaatnya secara optimal oleh sebagian warga di wilayah terdampak.
Ia menegaskan transparansi menjadi kunci agar kepercayaan masyarakat terhadap program penyediaan air bersih tetap terjaga.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kalau proyeknya bermasalah, harus segera diperbaiki. Jangan sampai masyarakat dirugikan sementara anggaran sudah digelontorkan besar,” ujarnya.
L@PAKK memastikan investigasi akan segera dilakukan dalam waktu dekat dengan mengumpulkan data lapangan serta keterangan dari warga terdampak. Hasilnya akan menjadi dasar langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pelaporan resmi ke aparat penegak hukum.***














