Banner Website
Daerah

Komut Pertamina Soroti Fatality di PHR, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Utama

63
×

Komut Pertamina Soroti Fatality di PHR, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Utama

Sebarkan artikel ini
Komut Pertamina Soroti Fatality di PHR, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Utama
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan./Taktiknews/Yw

Taktiknews.com, Pekanbaru – Insiden kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja berusia 43 tahun di wilayah operasi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjadi perhatian serius manajemen puncak PT Pertamina (Persero). Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menegaskan bahwa aspek keselamatan kerja tidak boleh ditawar dalam seluruh aktivitas operasional migas.

Dalam kunjungannya ke Rumbai Camp PHR, Selasa (23/12/2025), Mochamad Iriawan mengajak seluruh jajaran yang hadir untuk sejenak menundukkan kepala dan memanjatkan doa bagi korban yang gugur akibat insiden tersebut.

“Pagi ini kita menerima kabar duka. Telah terjadi fatality yang menyebabkan satu pekerja meninggal dunia. Mari kita berdoa bersama. Atas nama Pertamina, kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf,” ujar Iriawan di hadapan peserta kegiatan.

Ia menegaskan, manajemen Pertamina akan melakukan investigasi mendalam dan menyeluruh guna mengungkap penyebab kecelakaan kerja tersebut. Langkah evaluasi dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami akan telusuri secara detail, apa yang menjadi penyebab hingga fatality ini bisa terjadi. Ini menjadi evaluasi serius bagi kami semua,” tegasnya.

Selain menyampaikan belasungkawa, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu juga memberikan arahan strategis kepada jajaran Komisaris PT Pertamina Hulu Rokan. Ia meminta agar komisaris tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga aktif membangun sinergi dan membantu manajemen menyelesaikan persoalan operasional.

“Komisaris harus hadir memberi solusi. Jangan hanya mengawasi, tetapi juga bertanya apa kendalanya, baik dengan pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya,” katanya.

Iriawan menekankan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan, khususnya pada aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Menurutnya, pengawasan terhadap standar keselamatan harus dilakukan secara ketat dan konsisten.

“HSSE harus benar-benar menjadi perhatian utama. Kejadian ini harus dicek secara detail, kenapa bisa terjadi. Jangan sampai terulang,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menitipkan pesan khusus kepada Direktur Utama PHR agar proses evaluasi dan persetujuan proyek dapat berjalan cepat, tepat, dan tetap memperhatikan faktor keselamatan serta keekonomian.

“Proyek harus menguntungkan, mendapat persetujuan SKK Migas, dan tetap mengutamakan keselamatan SDM. Untuk proyek yang kurang fleksibel, komunikasikan sejak awal dengan para pemangku kepentingan,” pungkasnya.

Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam industri migas, dan harus menjadi komitmen bersama seluruh jajaran, dari level manajemen hingga pekerja di lapangan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *