Taktiknews.com, Pringsewu – Keheningan dini hari mendadak pecah. Sebuah insiden yang mengarah pada teror terjadi di Hotel Balong Kuring, Kabupaten Pringsewu, Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Situasi mencekam bermula saat seorang karyawan hotel, Anita Dewi, berhadapan dengan pria berinisial Tl di area sekitar lokasi. Dalam kondisi yang belum sepenuhnya terungkap, pria tersebut diduga melontarkan ancaman yang membuat suasana berubah tegang. Anita yang merasa keselamatannya terancam memilih menjauh, berusaha menghindari risiko yang lebih besar.
Namun, ancaman itu diduga tidak berhenti di sana.
Tak lama berselang, aksi perusakan terjadi. Sebuah kendaraan milik tamu hotel, Merliyansyah, menjadi sasaran. Ban kiri belakang mobil tersebut ditemukan dalam kondisi sobek parah, diduga kuat akibat disayat menggunakan benda tajam.
Rangkaian kejadian ini menimbulkan dugaan kuat adanya keterkaitan antara ancaman terhadap karyawan dan aksi vandalisme tersebut.
Korban diketahui baru tiba di hotel sekitar pukul 01.00 WIB dan memarkirkan kendaraannya di area parkir. Namun dalam waktu singkat, kendaraan tersebut sudah mengalami kerusakan. Pihak hotel yang mengetahui kejadian ini segera menghubungi korban.
Saat mendatangi lokasi parkir, Merliyansyah mendapati kendaraannya telah dirusak. Upaya pencarian terhadap pelaku sempat dilakukan, namun tidak membuahkan hasil. Pelaku diduga telah melarikan diri.
“Sebagai penegasan, saya menyatakan bahwa kejadian ini bukan hanya merugikan secara materiil, tetapi juga sangat mengganggu rasa aman saya sebagai tamu yang menginap. Saya berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku serta memberikan tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Pringsewu Kota untuk ditindaklanjuti. Kerugian akibat insiden tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp1,3 juta.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam. Dugaan keterkaitan antara ancaman dan aksi pengrusakan menjadi fokus utama. Polisi juga mengimbau pihak hotel untuk meningkatkan sistem keamanan, terutama di area parkir dan pada jam-jam rawan.
Peristiwa ini menjadi alarm keras. Rasa aman di lingkungan penginapan kembali dipertanyakan terutama ketika ancaman dan aksi perusakan terjadi dalam satu rangkaian waktu yang begitu singkat. ( vit )














