TaktikNews.com, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) mulai mengintensifkan pemantauan harga serta ketersediaan komoditas pangan asal ternak menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Pemantauan difokuskan pada komoditas strategis seperti telur ayam ras, daging sapi, dan daging ayam, yang menjadi kebutuhan utama masyarakat saat memasuki Ramadan hingga Lebaran.
Kepala DPKH Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, bersama Kepala Bidang Agribisnis Peternakan Heri Afrizon dan tim, turun langsung ke pasar untuk memastikan kondisi pasokan serta pergerakan harga di tingkat pedagang.
Dari hasil monitoring lapangan, DPKH mencatat bahwa harga komoditas peternakan masih berada dalam rentang wajar dan belum menunjukkan gejolak signifikan. Pasokan juga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa pekan ke depan.
“Secara umum, harga masih terkendali dan stok mencukupi. Untuk daging ayam ras, mayoritas dipasok dari peternak lokal di Riau. Sementara telur ayam ras sebagian besar berasal dari daerah pemasok seperti Sumatera Barat dan Medan,” ujar Mimi kepada TaktikNews.com, Selasa (12/2/2026).
Meski kondisi pasokan dan harga relatif stabil, DPKH mencatat adanya fenomena lain di lapangan, yakni penurunan daya beli masyarakat. Hal ini terungkap dari hasil dialog langsung dengan para pedagang di pasar tradisional.
“Pedagang menyampaikan bahwa volume pembelian masyarakat belum meningkat signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya. Daya beli terlihat masih menurun,” ungkap Mimi.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator penting dalam membaca dinamika ekonomi masyarakat menjelang HBKN, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.
Monitoring ini, lanjut Mimi, merupakan bagian dari langkah antisipatif Pemprov Riau untuk menjaga stabilitas harga, mendukung keberlanjutan usaha peternakan, serta melindungi kepentingan konsumen.
Dengan pemantauan rutin dan data lapangan yang akurat, pemerintah diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran apabila terjadi lonjakan harga atau gangguan pasokan menjelang puncak konsumsi Ramadan dan Idulfitri.
DPKH Riau memastikan pengawasan pasar akan terus dilakukan secara berkala demi menjaga keseimbangan antara produsen, pedagang, dan daya beli masyarakat di tengah momentum hari besar keagamaan.***















