Ekbis

Harga Emas Antam Turun Lagi, Investor Waspada Tekanan Pasar

26
×

Harga Emas Antam Turun Lagi, Investor Waspada Tekanan Pasar

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Tertekan Data Ekonomi AS, Peluang Suku Bunga Makin Tipis
Ilustrasi Emas Atam Turun sore ini. (TN/Logam mulia)

Taktiknews.com – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melemah. Pada Sabtu (17/1), nilai emas tercatat turun Rp6.000 per gram, melanjutkan tren penurunan yang sudah terjadi sejak hari sebelumnya.

Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam kini berada di level Rp2.663.000 per gram, turun dari posisi sebelumnya Rp2.669.000. Penurunan ini menjadi sorotan pelaku pasar, terutama investor yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai.

Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga jual kembali emas ke Antam juga ikut terkoreksi. Saat ini, harga buyback ditetapkan di angka Rp2.509.000 per gram, turun seiring melemahnya harga emas global dan sentimen pasar.

Dalam setiap transaksi penjualan kembali emas batangan ke Antam, investor perlu memperhatikan ketentuan pajak. Mengacu pada PMK Nomor 34/PMK.10/2017, penjualan emas dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP, sementara non-NPWP dikenakan tarif 3 persen.
Pajak tersebut langsung dipotong dari total nilai buyback yang diterima penjual.

Berikut rincian harga emas batangan Antam per Sabtu (17/1):

0,5 gram: Rp1.381.500

1 gram: Rp2.663.000

2 gram: Rp5.266.000

3 gram: Rp7.874.000

5 gram: Rp13.090.000

10 gram: Rp26.125.000

25 gram: Rp65.187.000

50 gram: Rp130.295.000

100 gram: Rp260.512.000

250 gram: Rp651.015.000

500 gram: Rp1.301.820.000

1.000 gram (1 kg): Rp2.603.600.000

Selain pajak penjualan, pembelian emas batangan juga dikenakan PPh 22. Untuk pembeli dengan NPWP, tarif pajak sebesar 0,45 persen, sedangkan non-NPWP dikenakan 0,9 persen. Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti potong resmi dari Antam.

Penurunan harga emas Antam ini memunculkan spekulasi pasar terkait pergerakan harga ke depan. Investor disarankan mencermati kondisi global dan kebijakan ekonomi yang berpotensi memengaruhi nilai logam mulia dalam waktu dekat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *