Lingkungan

Ditutup total! kebakaran Bromo, akses hanya untuk warga Ranupani dan Ngadas

56
×

Ditutup total! kebakaran Bromo, akses hanya untuk warga Ranupani dan Ngadas

Sebarkan artikel ini
Ditutup total! kebakaran Bromo, akses hanya untuk warga Ranupani dan Ngadas
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terlihat di Posko Jemplang, Malang, Jawa Timur, Sabtu (9/9/2023). [ANTARA FOTO/Muhammad Mada/Spt].

TAKTIKNEWS.com – Petugas gabungan melakukan proses pendinginan usai memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gunung Bromo yang masuk wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

“Kami membantu petugas melakukan pendinginan di kawasan Gunung Bromo agar tidak ada lagi bara api hingga Senin (11/9) malam,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Syarief di Probolinggo, Selasa (12/9/2023).

Puluhan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Kabupaten Probolinggo bersama TNBTS, BPBD Jawa Timur, Tagana, TNI, Polri dan relawan melakukan pemantauan dan pendinginan secara manual di kawasan sekitar Gunung Bromo.

“Pendinginan menggunakan gepyok dan penyiraman menggunakan tangki air agar tidak ada titik api baru yang tercipta di kawasan pasir Gunung Bromo dan sekitarnya,” kata Oemar Syarief.

Baca juga:

Informasi yang diterima BPBD Probolinggo, lanjut dia, masih terdapat titik api di Blok Jemplang, Desa Ngadas, Kabupaten Malang, yang juga merupakan kawasan TNBTS sehingga perlu diantisipasi adanya potensi titik api baru.

Sementara itu, Balai Besar TNBTS telah menutup total kawasan taman nasional tersebut sejak 10 September 2023 pukul 19.00 WIB hingga waktu yang tidak ditentukan untuk memudahkan pemadaman.

Penutupan tersebut berlaku untuk semua pintu masuk, yaitu Coban Trisula di Kabupaten Malang, Wonoktri di Kabupaten Pasuruan, Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, dan Senduro di Kabupaten Lumajang.

“Akses hanya bisa dilalui oleh masyarakat Desa Ranupani, Kabupaten Lumajang dan masyarakat Desa Ngadas, Kabupaten Malang,” ujar Kepala Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani.

Dia menjelaskan bahwa masyarakat yang ingin melintasi jalur Malang-Lumajang-Malang melalui Poncokusumo di Kabupaten Malang dan Senduro di Kabupaten Lumajang diimbau untuk mencari jalur alternatif.

Baca juga:

“Saya mengimbau kepada masyarakat, pengunjung dan jasa wisata untuk turut serta menjaga kawasan TNBTS dari kebakaran hutan dengan tidak menyalakan api dan sejenisnya demi keselamatan, keamanan dan kenyamanan bersama,” katanya. (Sumber: Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *