Daerah

Dari Rejosari Menuju Kairo, Ahmad Rizqi Ziddan Membawa Harapan Pendidikan hingga Al-Azhar

×

Dari Rejosari Menuju Kairo, Ahmad Rizqi Ziddan Membawa Harapan Pendidikan hingga Al-Azhar

Sebarkan artikel ini
Ahmad Rizqi Ziddan bersama orang tua dan rombongan mahasiswa baru program Andalusia Go To Al-Azhar 2026 saat berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebelum keberangkatan menuju Kairo, Mesir, Kamis (24/9/2026). Rombongan tersebut merupakan Kloter 3 mahasiswa baru Universitas Al-Azhar. (Dok. Keluarga)

TAKTIKNEWS.COM – Sebuah perjalanan pendidikan tidak selalu dimulai dari ruang kelas yang megah. Kadang, ia tumbuh dari lingkungan sederhana, ditempa dengan ketekunan, lalu menemukan jalannya hingga melintasi batas negara.

Perjalanan itulah yang kini dijalani Ahmad Rizqi Ziddan, putra Kepala Pekon Rejosari, Khotmanudin. Ahmad mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, melalui program beasiswa Andalusia Go To Al-Azhar 2026.

Keberangkatan Ahmad menjadi bagian dari perjalanan para santri Pondok Pesantren At-Taujjeh Al-Islamy 2 Andalusia, Kebasen, Jawa Tengah, yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di Mesir.

Pada 24 September 2026, Ahmad bersama rombongan mahasiswa baru bertolak melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Ada pemandangan menarik di balik keberangkatan tersebut. Ahmad tidak berangkat hanya membawa koper dan perlengkapan pendidikan, tetapi juga membawa harapan keluarga serta nama daerah asalnya.

Bagi Khotmanudin, pendidikan anak merupakan investasi yang nilainya tidak berhenti pada gelar akademik.

Ia berharap putranya dapat menjalani proses pendidikan dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik keluarga dan daerah, serta menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga diberikan kelancaran dalam menuntut ilmu, dimudahkan dalam setiap prosesnya, dan ilmu yang diperoleh nantinya dapat bermanfaat bagi agama, keluarga, dan masyarakat,” ujar Khotmanudin.

Perjalanan Ahmad ke Mesir juga memiliki cerita tersendiri di lingkungan keluarganya.

Sang kakak, Ahmad Dzaki Fuadi, telah lebih dahulu menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar. Kini, Ahmad Dzaki Fuadi melanjutkan pendidikan jenjang magister atau S2 melalui jalur beasiswa Kementerian Agama.

Dua bersaudara tersebut akhirnya memiliki jalur perjalanan pendidikan yang sama: dari Indonesia menuju Mesir, dengan kesempatan yang diperoleh melalui beasiswa.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa kesempatan besar dalam pendidikan dapat terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan untuk belajar dan terus mengembangkan diri.

Dari Pekon Rejosari, sebuah langkah kecil kini bergerak menuju Kairo.

Ahmad Rizqi Ziddan menjadi bagian dari generasi muda yang memilih memperluas cakrawala melalui pendidikan. Perjalanan itu tentu masih panjang, tetapi satu hal telah dimulai: menuntut ilmu sejauh mungkin untuk kelak kembali membawa manfaat. ( Fery )

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *