Banner Website
Ekonomi & Bisnis

BPS: Harga Pangan Jadi Pemicu Utama Inflasi di Riau Jelang Ramadan dan Lebaran

63
×

BPS: Harga Pangan Jadi Pemicu Utama Inflasi di Riau Jelang Ramadan dan Lebaran

Sebarkan artikel ini
Harga Pangan Ramadan di Pekanbaru Stabil, Pengawasan Ketat Terus Dilakukan
Cabai merah Ramadan di Pekanbaru Stabil. (TN/MD)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mengingatkan potensi kenaikan inflasi menjelang Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Kenaikan harga diperkirakan masih didorong oleh komoditas pangan serta sektor transportasi yang biasanya meningkat pada periode hari besar keagamaan.

Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir pola inflasi saat Ramadan dan Lebaran cenderung sama, yaitu dipicu oleh komoditas dari kelompok volatile food serta beberapa harga yang masuk kategori administered prices atau harga yang diatur pemerintah.

โ€œKomoditas yang paling dominan mendorong inflasi pada periode Ramadan dan Idulfitri berasal dari kelompok volatile food dan sebagian komoditas dengan harga yang ditetapkan pemerintah,โ€ ujar Asep dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Riau, Rabu (11/3/2026).

Pertemuan tersebut mengangkat tema menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga dalam menghadapi Ramadan serta Hari Raya Idulfitri.

Berdasarkan data BPS, sejumlah komoditas pangan tercatat memberi kontribusi besar terhadap inflasi pada periode Ramadan dan Lebaran dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Maret 2025, komoditas cabai merah menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil sekitar 0,28 persen. Sementara pada April 2025, inflasi paling banyak dipicu oleh bawang merah dengan kontribusi sekitar 0,25 persen.

Selain dua komoditas tersebut, beberapa bahan pangan lain yang kerap memicu kenaikan harga antara lain telur ayam ras, daging ayam ras, kentang, minyak goreng, hingga emas perhiasan.

Tidak hanya sektor pangan, kenaikan tarif pada sektor transportasi juga sering memberikan tekanan terhadap inflasi. Di antaranya seperti tarif listrik, tiket pesawat, dan tarif angkutan antarkota.

Asep menegaskan bahwa berdasarkan pemantauan inflasi Februari 2026, ada sejumlah komoditas yang berpotensi mengalami lonjakan harga karena meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Komoditas tersebut di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, hingga tarif angkutan udara.

โ€œPermintaan masyarakat biasanya meningkat menjelang Ramadan dan Lebaran. Hal ini bisa mendorong kenaikan harga pada beberapa komoditas tersebut,โ€ jelasnya.

BPS juga mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan stok pangan, terutama untuk komoditas yang sering mengalami lonjakan harga saat momen hari besar keagamaan.

Beberapa komoditas yang perlu mendapat perhatian antara lain cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, serta bawang putih.

Menurut Asep, langkah pengendalian inflasi perlu dilakukan secara bersama oleh pemerintah daerah melalui koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Selain pangan, sektor transportasi juga menjadi salah satu penyumbang inflasi saat periode Lebaran. Kenaikan harga biasanya terjadi ketika arus mudik dan arus balik meningkat di akhir Ramadan hingga setelah Idulfitri.

Di Provinsi Riau sendiri, penghitungan inflasi dilakukan di empat wilayah utama, yakni Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Kampar, dan Kota Tembilahan. Data dari wilayah tersebut menjadi acuan untuk memantau perkembangan inflasi di provinsi tersebut.

Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadan hingga Lebaran, BPS berharap pemerintah daerah dapat memperkuat pengawasan harga dan distribusi barang agar stabilitas harga pangan tetap terjaga.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *