Ekonomi

Bitcoin Tembus Rp 1 Miliar, INDODAX: Banyak Trader Kripto Jadi Miliarder

19
×

Bitcoin Tembus Rp 1 Miliar, INDODAX: Banyak Trader Kripto Jadi Miliarder

Sebarkan artikel ini
CEO INDODAX, Oscar Darmawan. (istimewa)

Jakarta, 4 Maret 2024 – Hari ini, sejarah baru terukir di dunia kripto. Pagi ini harga Bitcoin kembali naik menembus level Rp 1 Miliar.

Menurut CEO INDODAX, Oscar Darmawan, pencapaian ini menandakan bahwa halving day semakin dekat.

“Pencapaian harga Bitcoin ini merupakan momen historis bagi industri kripto. Harga ini tertinggi sejak November 2021. Kenaikan harga ini diiringi dengan lonjakan minat investor dan memicu lahirnya generasi baru “OKB” (Orang Kaya Baru) di dunia kripto karena mereka mendadak jadi miliarder,” ucap Oscar Darmawan.

Oscar Darmawan juga menyatakan bahwa kenaikan ini menunjukkan bahwa kripto semakin diterima sebagai aset investasi yang berlegitimasi dan memiliki potensi keuntungan yang besar.

“Menurut aplikasi INDODAX, halving Bitcoin akan terjadi sekitar 42 hari lagi. Kemungkinan, di tahun ini kenaikan harganya bisa mencapai dua kali lipat maupun lebih dari halving sebelumnya. Saat ini saja, harga Bitcoin sudah menyentuh Rp1 miliar. Angka tersebut bahkan menembus angka ATH Bitcoin pada November 2021, yaitu Rp978 juta,” ucap Oscar Darmawan.

Oscar Darmawan juga menjelaskan bahwa INDODAX sendiri sudah mengalami halving tiga kali dan tahun ini adalah yang keempat.

“Saya percaya bahwa halving day dikenal dengan adanya kenaikan harga. Hal ini disebabkan oleh terganggunya pasokan Bitcoin, yang mengakibatkan peningkatan permintaan dan membuat harga naik. Terlebih lagi, saat ini terdapat fenomena ‘fear of missing out’ yang diyakini memperkuat harga Bitcoin. Meskipun harga Bitcoin naik, pada saat halving akan ada penyesuaian harga,” ucap Oscar Darmawan.

Oscar Darmawan juga menjelaskan bahwa selain faktor halving day yang semakin dekat, salah satu penyebab kenaikan ini dikarenakan The FED menurunkan suku bunga dan perkiraannya hingga 75 basis points.

“Karena adanya konflik geopolitik yang mengganggu aktivitas perdagangan global, menyebabkan rantai pasokan global terganggu. Hal ini membuat biaya dan waktu indeks delivery pasokan global melemah dari 50,1 pada akhir 2023, saat ini menjadi 48,9. Maka dari itu, hal tersebut membuat investor berbondong-bondong berinvestasi di Bitcoin,” ucap Oscar Darmawan.

Oscar Darmawan juga menjelaskan bahwa kenaikan Bitcoin ini biasanya akan diikuti oleh kenaikan altcoin, salah satu contohnya Ethereum, seperti di halving-halving sebelumnya. Hal ini menyebabkan munculnya altcoin seasons.

“Dengan meningkatnya nilai BTC menjelang periode halving, kemungkinan sebagian investor yang berkeinginan berinvestasi tetapi biayanya terbatas, cenderung akan beralih untuk membeli altcoin yang harganya lebih terjangkau. Akibatnya, terjadi peningkatan permintaan terhadap altcoin dan harga mereka ikut meningkat. Maka dari itu, para investor dapat memanfaatkan juga kesempatan ini untuk menambah keuntungannya,” ucap Oscar Darmawan.

Oscar Darmawan juga mengatakan bahwa selain halving day, para investor juga harus mempersiapkan diri untuk menyambut masa-masa setelah halving dengan menggunakan teknik Dollar Cost Averaging (DCA). Teknik DCA ini dapat membantu para investor untuk mendapatkan harga Bitcoin yang terbaik.

“Di INDODAX kini menghadirkan fitur DCA dengan nama fitur “investasi rutin”. Melalui fitur ini membantu para investor untuk berinvestasi dengan jumlah yang sama secara rutin, baik bulanan maupun mingguan,” jelas Oscar Darmawan.

Melalui fitur ini, jelas Oscar Darmawan, membantu investor untuk membeli banyak aset ketika harga rendah dan membeli lebih sedikit ketika harga cenderung tinggi. Hal ini menciptakan rata-rata harga pembelian yang lebih rendah daripada membeli semua pada satu waktu tertentu.

Oscar Darmawan juga mengapresiasi sikap masyarakat Indonesia yang sangat baik dalam menyambut halving day kali ini.

“Reaksi masyarakat dalam halving kali ini sangatlah bagus jika dibandingkan halving sebelumnya. Sekarang, orang-orang sudah mulai berinvestasi Bitcoin pada saat sebelum halving. Biasanya orang-orang akan beli Bitcoin pada saat momentum halving-nya, dimana harga Bitcoin sedang tinggi. Ini merupakan salah satu hasil dari literasi kripto yang mulai masif di kalangan masyarakat,” ucap Oscar Darmawan.

Demikian, Oscar Darmawan juga berpesan bahwa para investor harus pintar-pintar melihat peluang dan memanfaatkan momentum ini. Dengan menggunakan fitur “Investasi Rutin” di INDODAX, dapat membantu para investor untuk melihat peluang waktu beli terbaik.

Tak hanya itu, INDODAX juga menyediakan wadah yang dinamakan INDODAX Academy, untuk membantu para investor mendapatkan informasi lebih banyak mengenai halving day.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *