Ragam

Bau Busuk Menyengat di Pringsewu, Drainase Menghitam dan Berbusa Diduga Berasal dari Limbah Kamiya Coffee

×

Bau Busuk Menyengat di Pringsewu, Drainase Menghitam dan Berbusa Diduga Berasal dari Limbah Kamiya Coffee

Sebarkan artikel ini
Tampak bangunan Kamiya Coffee di Jalan Ahmad Yani, Sidoarjo, Pringsewu, yang lokasinya berada tidak jauh dari drainase yang dikeluhkan warga. Dugaan keterkaitan saluran pembuangan dengan kondisi drainase masih memerlukan klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. (Davit/Taktiknews.com)

PRINGSEWU, TAKTIKNEWS.COM — Warga di sekitar Jalan Ahmad Yani, Sidoarjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, mengeluhkan bau busuk menyengat yang berasal dari kawasan drainase di sepanjang jalan tersebut.

Bau tidak sedap itu disebut telah berlangsung cukup lama dan dirasakan mengganggu aktivitas masyarakat yang tinggal maupun berusaha di sekitar lokasi.

Seorang warga setempat berinisial MR (30) mengatakan, bau busuk tersebut sudah lama tercium di kawasan tersebut.

Terlihat pipa/paralon yang berada di sisi bangunan dan mengarah ke area drainase di Jalan Ahmad Yani, Sidoarjo, Pringsewu. Pipa tersebut diduga menjadi saluran pembuangan limbah dari aktivitas usaha di sekitar lokasi, namun keterkaitannya masih memerlukan pemeriksaan dan klarifikasi pihak berwenang. (Davit/Taktiknews.com)

Menurut MR, aroma yang ditimbulkan cukup menyengat, terutama pada kondisi tertentu, sehingga bau dapat tercium hingga ke rumah-rumah warga dan pertokoan di sekitar Jalan Ahmad Yani.

“Baunya sangat menyengat dan sudah lama. Kalau kondisi tertentu, baunya bisa sampai tercium ke rumah dan pertokoan,” kata MR.

Selain menimbulkan bau, kondisi air pada drainase tersebut juga menjadi perhatian warga.

Air yang berada di dalam saluran drainase disebut berwarna gelap hingga hitam. Pada beberapa bagian, air juga terlihat mengeluarkan busa serta menimbulkan aroma yang tidak sedap.

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran warga mengenai kemungkinan adanya pencemaran lingkungan.

Kondisi drainase di sekitar Jalan Ahmad Yani, Sidoarjo, Pringsewu, yang dikeluhkan warga karena diduga mengeluarkan bau menyengat. Terlihat saluran air di sekitar lokasi yang menjadi perhatian dalam penelusuran awak media. (Davit/Taktiknews.com)

Warga mempertanyakan dari mana sumber air yang masuk ke drainase tersebut dan apakah terdapat aktivitas pembuangan limbah dari usaha di sekitar lokasi.

Awak Media Telusuri Lokasi

Menindaklanjuti keluhan tersebut, awak media melakukan penelusuran di sekitar Jalan Ahmad Yani, Sidoarjo.

Dalam penelusuran di lapangan, ditemukan sebuah pipa paralon yang berada di sekitar sisi sebuah cafe dan lokasinya berdekatan dengan drainase yang dikeluhkan warga.

Cafe tersebut diketahui bernama Kamiya Coffee, yang beralamat di Jalan Ahmad Yani, Sidoarjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, atau berada di sekitar kawasan samping Pupuk Pusri.

Keberadaan paralon tersebut kemudian menjadi perhatian karena posisinya berada di sekitar lokasi drainase yang dikeluhkan masyarakat.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum dapat dipastikan bahwa paralon tersebut merupakan saluran pembuangan limbah yang berasal dari Kamiya Coffee.

Dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut oleh instansi yang memiliki kewenangan.

Karena itu, diperlukan pemeriksaan secara objektif untuk memastikan sumber air yang masuk ke drainase tersebut, termasuk melakukan pengecekan apabila ditemukan indikasi adanya pembuangan limbah.

Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Warga berharap keluhan mengenai kondisi drainase tersebut mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait.

Menurut warga, apabila memang terdapat aktivitas pembuangan limbah yang tidak sesuai ketentuan, maka harus ada tindakan sesuai aturan yang berlaku.

Sebaliknya, apabila dugaan tersebut tidak terbukti, masyarakat juga membutuhkan penjelasan mengenai sumber sebenarnya dari air berwarna gelap dan berbau menyengat tersebut.

Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan apakah kondisi air drainase tersebut berkaitan dengan pencemaran lingkungan atau disebabkan faktor lainnya.

Terlebih, drainase tersebut berada di kawasan yang cukup dekat dengan permukiman dan aktivitas masyarakat.

Bau yang berlangsung terus-menerus dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan warga serta aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Warga juga berharap instansi berwenang tidak hanya melakukan pemeriksaan secara visual, tetapi apabila diperlukan mengambil sampel air untuk dilakukan pengujian laboratorium.

Dengan demikian, kondisi air drainase dapat diketahui secara ilmiah, termasuk apakah terdapat kandungan tertentu yang berpotensi mencemari lingkungan.

Pemilik Cafe Masih Diupayakan Konfirmasi

Sementara itu, terkait dugaan adanya keterkaitan antara saluran paralon dengan aktivitas pembuangan dari Kamiya Coffee, awak media masih berupaya meminta klarifikasi kepada pihak pengelola atau pemilik cafe.

Konfirmasi diperlukan untuk mengetahui fungsi dari saluran tersebut, sistem pengelolaan air limbah yang digunakan, serta memastikan apakah ada atau tidaknya pembuangan air limbah menuju drainase.

Media ini juga memberikan ruang bagi pihak Kamiya Coffee untuk memberikan penjelasan maupun hak jawab atas keluhan warga dan dugaan yang berkembang di lapangan.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Kamiya Coffee mengenai persoalan tersebut.

Warga berharap persoalan ini segera mendapat kejelasan.

Jika benar terdapat pencemaran, masyarakat meminta agar dilakukan penanganan sesuai ketentuan. Namun jika tidak terbukti, sumber bau dan perubahan warna air drainase juga diharapkan dapat segera diketahui.

Sebab bagi warga, persoalannya sederhana: mereka hanya ingin lingkungan tempat tinggal dan aktivitasnya terbebas dari bau menyengat serta dugaan pencemaran. ( Vit )

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *