Berita

Aktivis Kecam Perambahan Hutan Bakau di Pesisir Pantai Desa Kadur Rupat

110
×

Aktivis Kecam Perambahan Hutan Bakau di Pesisir Pantai Desa Kadur Rupat

Sebarkan artikel ini
Aktivis Kecam Perambahan Hutan Bakau di Pesisir Pantai Desa Kadur Rupat

TAKTIKNEWS.COM – Maraknya aktivitas penebangan hutan bakau yang terjadi di Desa Kadur, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis ini untuk dijadikan bahan bakar pembuatan arang yang selanjutnya di Ekspor ke Malaysia harus dihentikan.

Pasalnya sejumlah hutan bakau yang ada di sepanjang pesisir pantai Teluk Rhu, Kecamatan Rupat Utara semakin hari semakin gundul akibat eksploitasi sumber daya alam yang didasari atas keserakahan cukong yang diduga berinisial “AKOP” yang berlindung dibalik topeng Koperasi.

“Diprediksi Ribuan ton setiap tahun hasil pembakaran kayu bakau ini di jual oleh sekelompok cukong tersebut ke negeri Jiran Malaysia jelas telah melukai hati kita selaku Studi Pemerhati Lingkungan Riau,” ucap Nanda.

Nanda selaku Koordinator Lapangan Studi Pemerhati Lingkungan Riau kepada awak media Kamis 6 Juli menyampaikan, meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera menangkap cukong cukong perusak hutan bakau yang diduga berlindung di balik koperasi Mekar Sari yang didirikan.

Kita mengetahui bahwa manfaat hutan bakau dapat melindungi dari risiko kerusakan badai. Dalam hal ini, semak tanaman bakau dapat menopang dataran lumpur pasang surut dengan baik dan semak-semak bakau juga zona penyangga yang dapat melindungi tanah dari kerusakan angin dan gelombang.

“Selain itu, hutan bakau juga memiliki manfaat sebagai tempat hidup biota laut, dan sebagai penyerap karbon dioksida. Jika hutan bakau rusak, rusaklah fungsi ekosistem tersebut,” terang Nanda.

Nanda berharap hal ini dapat di dengar oleh aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti apa yang menjadi keresahan masyarakat saat ini.

Jika hal ini masih tetap saja didiamkan, kami dari Studi Pemerhati Lingkungan Riau akan menggelar aksi serta melaporkan hal tersebut secara resmi agar hal yang menjadi keresahan di masyarakat Rupat Utara hari ini dapat di proses oleh aparat penegak hukum,” jelas Nanda.

Ditempat terpisah, saat dihubungi awak media melalui sambungan WhatsApp salah seorang masyarakat Rupat Utara peduli lingkungan, mengatakan aktivas ini sudah lama beroprasi sampai sekarang tetap berlanjut.

“kami masyarakat khawatir dan risau dengan hutan bakau diambil terus sehingga efek nya cuaca pulau rupat sangat terasa panas, kami harap Kapolda Riau tindak tegas agar usaha arang dihentikan demi keselamatan hutan di Rupat,” kata salah seorang masyarakat yang tidak mau disebut namanya.

Ia juga menambahkan, hal ini diduga kuat ada keterlibatan Aparat Polsek di Rupat Utara yang melindungi dan juga dapat setoran sehingga mereka tutup mata.

Terakhir, Ia sebagai masyarakat Rupat Utara berharap kepada Bapak Kapolda Riau segera usut tuntas permasalahan ini dan mencopot oknum Kapolsek yang terbukti bermain mata dengan oknum mafia arang tersebut.

Saat di konfirmasi melalui sambungan telepon seluler dan WhatsApp “AKOP” yang disebut – sebut sebagai toke arang tidak menjawab konfirmasi yang dilayangkan, hingga sampai berita ini diterbitkan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *