Banner Website
Daerah

Tumpahan CPO Ubah Lintas Duri-Pekanbaru Jadi Jalur Licin Berbahaya

25
×

Tumpahan CPO Ubah Lintas Duri-Pekanbaru Jadi Jalur Licin Berbahaya

Sebarkan artikel ini
Tumpahan CPO Ubah Lintas Duri-Pekanbaru Jadi Jalur Licin Berbahaya
Lintas Duri-Pekanbaru Jadi Jalur Licin Berbahaya. (TN/Ho)

Taktiknews.com, Bengkalis – Jalur Lintas Duri–Pekanbaru kembali menunjukkan wajah kelamnya. Bukan tabrakan maut, melainkan tumpahan minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang menggenangi badan jalan di kawasan Gate 117, Kota Duri, Minggu (15/2/2026).

Cairan berminyak berwarna kecokelatan itu membuat permukaan aspal berubah ekstrem licin. Sejumlah pengendara sepeda motor kehilangan kendali dan terjatuh hampir bersamaan. Meski tidak menelan korban jiwa, insiden ini menyebabkan kerusakan kendaraan dan memicu antrean panjang kendaraan di jalur vital tersebut.

Kejadian yang berlangsung sejak pagi hari itu cepat menyedot perhatian publik. Rekaman video warga beredar luas di media sosial, memperlihatkan detik-detik motor tergelincir satu per satu saat melintasi titik tumpahan. Warga sekitar dan pengendara lain tampak sigap membantu korban menepi dan menghindari kecelakaan susulan.

Hingga siang hari, kendaraan yang diduga menumpahkan muatan CPO tersebut belum teridentifikasi. Dugaan sementara mengarah pada kebocoran tangki atau muatan berlebih, namun sopir tetap melaju tanpa memperhatikan dampak fatal bagi pengguna jalan lain.

Kepolisian turun tangan setelah menerima laporan masyarakat. Satuan Lalu Lintas dari Polres Bengkalis langsung melakukan penanganan darurat untuk mencegah kecelakaan beruntun.

“Kondisi sudah kita amankan sekitar pukul 13.00 WIB. Jalan kini bisa kembali dilalui,” ujar Kasatlantas Polres Bengkalis, AKP Shandara kepada TaktikNews.com, Minggu (15/2/2026).

Namun, penanganan di lapangan tak sepenuhnya berjalan ideal. Selain penyiraman pasir dan tanah oleh petugas, pembersihan sisa minyak justru sangat bergantung pada faktor cuaca.

“Kami terbantu hujan deras, tapi tetap dilakukan penyiraman tanah agar sisa lemak minyak tidak membahayakan pengendara,” tambahnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap angkutan logistik sawit di Riau. Tumpahan CPO di jalan raya bukan kejadian baru, namun ketiadaan sanksi tegas membuat persoalan ini terus berulang dan seolah dianggap biasa.

Masyarakat mendesak aparat tak berhenti pada penanganan darurat semata. Pelacakan truk pembawa CPO melalui CCTV, saksi di lapangan, hingga penindakan terhadap perusahaan pemilik angkutan dinilai mendesak dilakukan.

Tanpa langkah tegas dan konsisten, Lintas Duri–Pekanbaru akan terus menjadi jalur berisiko tinggi—sebuah “jebakan licin” yang mengancam keselamatan publik akibat kelalaian operasional angkutan sawit.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *