TaktikNews.com, Pekanbaru – TNI Angkatan Udara bersama Republic of Singapore Air Force resmi menutup Latihan Bersama Bilateral Fighter Interaction (BFI) yang digelar di wilayah udara Provinsi Riau. Latihan ini menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat kerja sama pertahanan udara sekaligus meningkatkan kesiapan tempur penerbang pesawat tempur.
BFI merupakan agenda latihan rutin yang berkelanjutan antara TNI AU dan RSAF. Fokus utamanya tidak hanya pada penguasaan taktik udara modern, tetapi juga pada peningkatan interoperabilitas, profesionalisme, serta kepercayaan antarpersonel angkatan udara kedua negara.
Dalam pelaksanaan BFI tahun ini, Markas Besar TNI AU menunjuk Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin sebagai pangkalan utama. Lanud Roesmin Nurjadin berperan penting sebagai pusat kendali operasi udara sekaligus penopang logistik dan teknis selama latihan berlangsung.
Rangkaian Air Maneuver Exercise (AMX) BFI ke-14 Tahun 2026 dilaksanakan di area latihan udara Lanud Roesmin Nurjadin. TNI AU menurunkan penerbang-penerbang terbaik yang mengoperasikan pesawat tempur F-16 dari sejumlah satuan, di antaranya Skadron Udara 3 dan Skadron Udara 14 Wing Udara 3.2 Tempur yang bermarkas di Lanud Iswahjudi, serta Skadron Udara 16 Wing Udara 3.1 Tempur yang berbasis di Lanud Roesmin Nurjadin.
Keterlibatan lintas wing dan skadron ini dinilai mencerminkan soliditas serta kesiapan operasional TNI AU dalam menggelar operasi udara terpadu, terintegrasi, dan berstandar internasional.
Selama latihan, berbagai materi strategis dilaksanakan secara intensif, termasuk Air to Air Refueling (AAR) dan Basic Fighter Maneuver. Pada sesi AAR, pesawat F-16 TNI AU melakukan pengisian bahan bakar di udara dari pesawat A-330 Multi Role Tanker Transport (MRTT) milik RSAF. Latihan ini menuntut presisi tinggi, disiplin prosedur, serta koordinasi dan kepercayaan penuh antar awak pesawat.
Direktur Latihan BFI dari TNI AU, Komandan Wing Udara 3.1 Tempur Kolonel (Pnb) Adhi Safarul Akbar, menegaskan bahwa latihan ini memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kesiapan tempur penerbang F-16.
“BFI menjadi sarana efektif untuk mengasah kemampuan penerbang, khususnya dalam Air to Air Refueling dan skenario pertempuran udara modern. Keberhasilan AAR menunjukkan tingkat kepercayaan dan kerja sama yang kuat antara TNI AU dan RSAF,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Sementara itu, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris menekankan kesiapan pangkalan udara tersebut dalam mendukung latihan berskala nasional maupun internasional.
“Lanud Roesmin Nurjadin selalu siap menjadi tuan rumah latihan bersama. Keberhasilan Latma BFI ini menegaskan kesiapan operasional TNI AU yang semakin adaptif dan modern dalam menjaga stabilitas serta keamanan kawasan,” pungkasnya.***













