Banner Website
Daerah

TMA Naik Tajam, PLTA Koto Panjang Buka Spillway, Warga Hilir Waspada

54
×

TMA Naik Tajam, PLTA Koto Panjang Buka Spillway, Warga Hilir Waspada

Sebarkan artikel ini
TMA Naik Tajam, PLTA Koto Panjang Buka Spillway, Warga Hilir Diminta Waspada
PLTA Koto Panjang Buka Spillway, Selasa (30/12/2025) pukul 10.00 WIB./TN/Melison

Taktiknews.com, Pekanbaru – Manajemen PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, resmi membuka pintu pelimpah waduk (spillway) pada Selasa (30/12/2025) pukul 10.00 WIB. Langkah ini diambil menyusul kenaikan signifikan Tinggi Muka Air (TMA) waduk yang dinilai telah melampaui batas rencana operasional tahunan.

Pembukaan spillway tersebut merupakan hasil keputusan Tim Koordinasi Pengoperasian Bendungan PLTA Koto Panjang dalam rapat yang digelar sehari sebelumnya. Kebijakan ini dilakukan sesuai mekanisme early release guna menjaga keamanan bendungan serta mengendalikan volume air waduk.

Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, mengungkapkan bahwa elevasi air waduk mengalami lonjakan drastis dalam waktu singkat. Berdasarkan pemantauan terakhir, permukaan air telah melampaui target elevasi Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW) 2025.

“Dalam 24 jam, elevasi waduk naik lebih dari setengah meter. Bahkan pada 29 Desember pagi, selisih elevasi sudah mencapai sekitar 1,5 meter di atas RTOW,” jelas Dhani.

Ia merinci, saat itu elevasi aktual waduk berada di kisaran 79,20 meter di atas permukaan laut (mdpl), sementara elevasi ideal RTOW ditetapkan pada 77,70 mdpl. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan risiko apabila tidak segera dilakukan pengendalian debit air.

Selain faktor kenaikan TMA, keterbatasan kapasitas pembangkit turut mempengaruhi keputusan tersebut. Saat ini, PLTA Koto Panjang hanya mengoperasikan dua unit turbin dengan daya sekitar 38 megawatt, sehingga kemampuan pembuangan air melalui turbin tidak maksimal.

Akibatnya, debit air yang bisa dialirkan lewat turbin hanya mencapai sekitar 230 meter kubik per detik, jauh di bawah kondisi normal saat tiga unit pembangkit beroperasi penuh yang mampu mengalirkan hingga 348 meter kubik per detik.

“Selisih debit inilah yang menjadi salah satu pertimbangan utama, ditambah tingginya curah hujan di daerah hulu dan proyeksi peningkatan inflow beberapa hari ke depan,” tambahnya.

Pada tahap awal, manajemen membuka dua pintu spillway dengan masing-masing bukaan 50 sentimeter. Berdasarkan perhitungan teknis, bukaan tersebut menghasilkan tambahan debit air sekitar 134 meter kubik per detik melalui spillway.

Dengan demikian, total debit keluar waduk—gabungan antara turbin dan spillway—mencapai sekitar 364 meter kubik per detik, mendekati kondisi normal saat PLTA beroperasi penuh.

Data terakhir per Selasa pagi mencatat elevasi Waduk Koto Panjang telah menyentuh 79,62 mdpl, dengan inflow mencapai hampir 600 meter kubik per detik, angka yang menunjukkan tekanan cukup tinggi terhadap kapasitas waduk.

Manajemen PLTA Koto Panjang menegaskan bahwa pemantauan kondisi waduk dan aliran Sungai Kampar dilakukan secara berkelanjutan. Masyarakat yang bermukim di wilayah hilir sungai pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama proses early release berlangsung guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *