Banner Website
Daerah

SPMB 2026 Jadi Senjata Pemko Pekanbaru Atasi Ketimpangan Akses Sekolah

40
×

SPMB 2026 Jadi Senjata Pemko Pekanbaru Atasi Ketimpangan Akses Sekolah

Sebarkan artikel ini
SPMB 2026 Jadi Senjata Pemko Pekanbaru Atasi Ketimpangan Akses Sekolah
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar. (TN/MD)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru terus mencari solusi atas persoalan pemerataan akses pendidikan yang selama ini menjadi tantangan klasik di dunia pendidikan daerah. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah penerapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.

SPMB diproyeksikan menjadi sistem penerimaan siswa yang lebih terencana dan tidak lagi bergantung pada pola penerimaan lama yang dinilai kurang efektif dalam menjangkau seluruh wilayah kota. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi potensi anak putus sekolah akibat keterbatasan daya tampung maupun aturan zonasi.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyampaikan bahwa SPMB merupakan kebijakan yang telah melalui tahap kajian dan simulasi sebelum diterapkan secara resmi. Setelah finalisasi, sistem ini akan dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan Wali Kota serta dikonsultasikan dengan Kementerian Pendidikan.

โ€œKami ingin memastikan sistem ini benar-benar siap sebelum dijalankan agar tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan,โ€ ujar Markarius saat memimpin rapat koordinasi petunjuk teknis SPMB di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, Rabu (25/2/2026).

Fokus utama penerapan SPMB adalah menjangkau wilayah yang selama ini kesulitan mendapatkan akses pendidikan, baik ke sekolah negeri maupun sekolah mitra pemerintah. Pemko Pekanbaru ingin menghapus kondisi di mana anak-anak harus menunggu lama untuk mendapatkan kursi sekolah.

Selama ini, pemerintah kota kerap melakukan pendataan langsung terhadap anak yang belum tertampung melalui program penambahan rombongan belajar. Namun, langkah tersebut dianggap hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan masalah secara menyeluruh.

Melalui SPMB, pemerintah berharap proses penerimaan siswa baru dapat direncanakan lebih awal sehingga kebutuhan daya tampung dapat dipetakan sejak awal tahun ajaran.

โ€œHarapannya, tidak ada lagi proses pendataan darurat terhadap anak yang tidak sekolah. Semua sudah bisa terakomodasi sejak awal,โ€ tambahnya.

SPMB akan membuka beberapa jalur penerimaan siswa, antara lain jalur domisili, jalur prestasi, dan jalur afirmasi. Skema ini dirancang agar kesempatan masuk sekolah dapat lebih merata bagi seluruh calon peserta didik sesuai kondisi masing-masing.

Pemerintah berharap sistem ini dapat mengurangi kesenjangan akses pendidikan antar wilayah di Pekanbaru, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Berdasarkan data pemerintah, masih terdapat kekurangan rombongan belajar di tingkat SMP. Jumlah lulusan Sekolah Dasar yang terus meningkat belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan bangku sekolah di jenjang berikutnya.

Sebagai solusi atas keterbatasan tersebut, Pemko Pekanbaru memperluas kerja sama dengan sekolah swasta melalui skema kemitraan pendidikan. Hingga saat ini, tercatat sekitar 21 SMP swasta telah bergabung dalam program tersebut.

Jumlah sekolah mitra masih berpotensi bertambah seiring dengan kebutuhan daya tampung siswa yang terus berkembang setiap tahun.

โ€œKami terus membuka peluang kerja sama dengan sekolah swasta agar tidak ada anak yang terhambat mendapatkan pendidikan,โ€ jelas Markarius.

Melalui kebijakan SPMB, Pemko Pekanbaru berharap dapat menciptakan sistem penerimaan siswa yang lebih adil dan terencana. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Pekanbaru.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *