Taktiknews.com, Pekanbaru – Nama Ida Yulita Susanti, SH, MH, kembali menjadi perhatian publik Riau. Politisi perempuan yang dikenal berkarakter tegas dan komunikatif ini segera menambah babak baru dalam perjalanan hidupnya dengan resmi menyandang profesi advokat.
Melalui keterangan pribadinya, Ida Yulita menyampaikan bahwa dirinya dilantik sebagai advokat pada Selasa malam, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah di Pengadilan Tinggi Riau pada Rabu, (20/1/2026).
Langkah ini menegaskan konsistensinya menekuni dunia hukum di tengah kiprah panjangnya di ranah politik dan pemerintahan.
Tak banyak yang tahu, Ida Yulita merupakan alumnus Pondok Pesantren Darun Nahdhah Thawalib Bangkinang, salah satu pesantren berpengaruh di Provinsi Riau.
Latar belakang pendidikan pesantren justru menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter dan integritasnya hingga kini.
Semasa mondok, Ida dikenal sebagai santriwati aktif dan sarat prestasi. Namanya kerap menghiasi berbagai ajang Syarhil Qur’an, mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional.
Prestasi puncaknya diraih pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional tahun 1996 di Provinsi Jambi, di mana ia sukses meraih juara pertama tingkat nasional.
Capaian tersebut mengukuhkan Ida Yulita sebagai salah satu santriwati berprestasi yang menjadi kebanggaan pesantren dan masyarakat Riau.
Kini, selain dikenal sebagai mantan Anggota DPRD Kota Pekanbaru dua periode, Ida Yulita juga dipercaya menjabat sebagai Direktur PT Sarana Pembangunan Riau (SPR), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Riau.
Meski baru beberapa bulan memimpin, sejumlah terobosan strategis telah dicatatkan.
Di antaranya kerja sama pengelolaan Hotel Aryaduta bersama PT Lippo Karawaci Tbk serta kesepakatan dengan PT KCL dalam pembangunan kantor permanen PT SPR tanpa membebani APBD Provinsi Riau.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah konkret mendorong kemandirian dan profesionalisme BUMD.
Tak dimungkiri, posisi strategis yang diembannya turut mengundang sorotan dan kritik publik. Namun, Ida Yulita memilih tetap fokus bekerja dan menegaskan bahwa setiap kebijakan diambil demi kepentingan daerah.
Dengan bekal baru sebagai advokat, ia optimistis dapat berkontribusi lebih luas, khususnya dalam penguatan aspek hukum dan pembangunan di Riau.
“Mohon doanya. Kita berniat baik saja. Semoga ini menjadi jalan yang Allah SWT berikan kepada saya untuk ikut andil memajukan Provinsi Riau,” ujar Ida Yulita kepada Taktiknews.com.
Langkah Ida Yulita Susanti ini menjadi bukti bahwa latar belakang pesantren, prestasi, dan ketekunan dapat berjalan seiring dalam membangun karier serta pengabdian untuk daerah.***














