Banner Website
Daerah

Riau Usulkan 10 Hektare untuk Kawasan Peternakan Terpadu, Perkuat Ketahanan Pangan dan Serap Tenaga Kerja

34
×

Riau Usulkan 10 Hektare untuk Kawasan Peternakan Terpadu, Perkuat Ketahanan Pangan dan Serap Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini
Riau Usulkan 10 Hektare untuk Kawasan Peternakan Terpadu, Perkuat Ketahanan Pangan dan Serap Tenaga Kerja
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir | Foto: Dok. MCR.

Taktiknews.com, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau mengajukan pemanfaatan lahan seluas 10 hektare guna mendukung pembangunan kawasan peternakan terpadu yang masuk dalam daftar program strategis nasional Kementerian Pertanian. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, menyampaikan bahwa lahan yang diusulkan tersebut merupakan bagian dari total sekitar 40 hektare area yang telah disiapkan pemerintah daerah.

“Karena ini termasuk program strategis nasional, kami optimistis kawasan ini bisa berkembang menjadi sentra peternakan modern yang terintegrasi,” ujar Mimi di Pekanbaru, Selasa (24/2/2026).

Program kawasan peternakan terpadu ini tidak sekadar membangun kandang skala besar, tetapi dirancang sebagai ekosistem peternakan modern dari hulu hingga hilir. Konsep integrasi tersebut mencakup fasilitas produksi pakan, budidaya ayam petelur dan ayam pedaging dalam skala industri, hingga pengolahan hasil peternakan.

Dengan sistem terintegrasi, efisiensi produksi diharapkan meningkat signifikan. Selain itu, nilai tambah produk peternakan juga akan terdongkrak karena proses pengolahan dilakukan langsung di dalam kawasan.

Pemerintah juga merencanakan pembangunan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) untuk menjaga mutu produk sebelum dipasarkan. Skema ini diyakini mampu menstabilkan pasokan dan harga daging serta produk turunannya di tengah fluktuasi pasar.

“Kementerian Pertanian menargetkan kawasan ini menjadi percontohan pengembangan peternakan modern nasional yang terintegrasi. Dengan sistem tersebut, rantai pasok bisa lebih stabil dan terjamin,” jelas Mimi.

Kawasan peternakan terpadu ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru di Riau. Kehadiran pabrik pakan dan industri pengolahan daging diyakini akan membuka peluang investasi di sektor agribisnis serta memperluas pasar produk lokal.

Tak hanya itu, proyek ini juga berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen memberikan ruang bagi lulusan SMK bidang pertanian dan peternakan untuk terlibat langsung, mulai dari praktik kerja lapangan hingga peluang kerja tetap.

Langkah ini dinilai strategis untuk menciptakan tenaga kerja terampil sekaligus menekan angka pengangguran di daerah.

Pengembangan kawasan peternakan terpadu di Riau menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam penyediaan protein hewani. Dengan produksi ayam petelur dan ayam pedaging berskala besar, kebutuhan masyarakat terhadap daging dan telur diharapkan dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Jika terealisasi sesuai rencana, kawasan ini tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga simbol transformasi sektor peternakan Riau menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing tinggi.

Pemerintah daerah pun berharap sinergi dengan pemerintah pusat dan pelaku usaha dapat mempercepat realisasi proyek strategis tersebut demi mendorong kemandirian pangan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Bumi Lancang Kuning.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *