Taktiknews.com, Bathin Solapan – Isu pemerataan pembangunan desa kembali mencuat dalam agenda reses Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bengkalis, M. Arsya Fadillah, di Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Selasa (10/02/2026). Dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman Ketua BPD setempat, sejumlah kebutuhan mendesak masyarakat langsung direspons.
Arsya menyatakan kesiapannya membantu perbaikan kubah masjid, pengadaan 10 unit tiang lampu penerangan, serta dukungan pembangunan greenhouse untuk madrasah. Langkah ini dinilai sebagai bentuk tindak lanjut konkret atas aspirasi warga.
Selain fasilitas ibadah dan pendidikan, masyarakat juga mengusulkan perbaikan Jalan Belading serta rehabilitasi TK Nurhadyah. Arsya menegaskan bahwa seluruh usulan akan dikoordinasikan melalui mekanisme pembahasan anggaran agar sesuai prosedur dan prioritas pembangunan daerah.
“Reses adalah momen penting bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi ini akan kami perjuangkan dalam pembahasan program dan anggaran,” tegasnya.
Penjabat Kepala Desa Petani, Ali Ridwan, berharap agenda reses ini mampu mempercepat peningkatan infrastruktur dan fasilitas umum di desa. Sementara itu, Camat Bathin Solapan mengajak masyarakat menjaga kekompakan serta memaparkan rencana pengembangan kawasan, termasuk wacana pembangunan universitas di Simpang Lima.
Tokoh masyarakat Suku Sakai Bomban Petani turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran unsur legislatif yang dinilai memberi perhatian nyata terhadap kebutuhan warga.
Arsya menegaskan, komitmen DPRD bukan hanya menerima aspirasi, tetapi memastikan setiap program yang diusulkan memiliki peluang realisasi sesuai kemampuan keuangan daerah.
Reses yang dihadiri perangkat desa, tokoh agama, tokoh pemuda, dan unsur keamanan tersebut menjadi bukti bahwa komunikasi langsung antara wakil rakyat dan masyarakat tetap menjadi kunci dalam merumuskan pembangunan yang tepat sasaran.
Dengan fokus pada infrastruktur dasar dan fasilitas pendidikan, agenda reses di Desa Petani menegaskan bahwa pemerataan pembangunan desa harus menjadi prioritas utama dalam perencanaan daerah ke depan.***















