Banner Website
Ekonomi & Bisnis

Ramadan Rasa Lokal di The People’s Cafe: Angkat Isu Pelestarian Kuliner Nusantara Saat Berbuka

31
×

Ramadan Rasa Lokal di The People’s Cafe: Angkat Isu Pelestarian Kuliner Nusantara Saat Berbuka

Sebarkan artikel ini
Ramadan Rasa Lokal di The People’s Cafe Angkat Isu Pelestarian Kuliner Nusantara Saat Berbuka
Makanan khas The People’s Cafe saat berbuka puasa. (Taktiknews/Made)

Taktiknews.com, Jakarta – Momentum Ramadan tahun ini dimanfaatkan The People’s Cafe untuk mengangkat isu penting: pelestarian dan penguatan identitas kuliner lokal di tengah arus modernisasi gaya hidup masyarakat urban. Melalui program bertajuk Ramadan Rasa Lokal, jaringan restoran di bawah naungan ISMAYA Group ini menghadirkan sajian khas Nusantara sebagai pilihan berbuka puasa yang sarat makna budaya, Senin (23/2/2026).

Program yang telah tersedia sejak 12 Februari 2026 tersebut bukan sekadar peluncuran menu musiman. Ada pesan kuat tentang bagaimana cita rasa daerah tetap relevan dan menjadi perekat kebersamaan di bulan suci.

Di tengah menjamurnya tren makanan internasional, Ramadan kerap menjadi momen masyarakat kembali mencari rasa yang familiar. Melihat fenomena itu, The People’s Cafe menyajikan lima menu terinspirasi dari berbagai kota di Indonesia.

Beberapa di antaranya adalah Ayam Pop Bukittinggi dengan kuah khas Minang yang lembut, Bebek Goreng Sambal Korek bercita rasa gurih pedas, hingga Empal Gentong Cirebon yang kaya rempah dan hangat di tenggorokan.

Untuk hidangan berbagi dan penutup, tersedia Pempek Palembang serta Pisang Goreng Srikaya Pontianak yang manis dan nostalgik.

President Director ISMAYA Group, Cendyarani, menegaskan Ramadan identik dengan suasana pulang bukan hanya pulang ke rumah, tetapi juga pulang pada rasa yang membentuk kenangan masa kecil.

“Ramadan adalah waktu ketika meja makan menjadi pusat cerita dan kebersamaan. Lewat Ramadan Rasa Lokal, kami ingin menghadirkan pengalaman berbuka yang membumi, hangat, dan merefleksikan kekayaan budaya makan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Tak berhenti pada sajian kuliner, The People’s Cafe juga membawa isu kebersamaan ini lebih jauh melalui kegiatan bertajuk “Hajatan Warlok Ramadan.” Acara tersebut digelar pada 25 dan 27 Februari 2026 di sejumlah kota, yakni Makassar, Pekanbaru, Palembang, dan Padang.

Konsepnya menggabungkan kajian Ramadan bersama ustadz lokal dan sesi buka puasa bersama menggunakan menu Ramadan Rasa Lokal. Sejumlah ustadz yang terlibat antara lain Ustadz Icuk Sugiarto Rifai di Makassar, Ustadz H. Asrori, MA di Pekanbaru, Ustadz Moh Berry Desfriansyah di Palembang, serta Ustadz Sandri Al Hafidz S.Pd di Padang.

Langkah ini menunjukkan bahwa strategi Ramadan mereka bukan sekadar promosi komersial, melainkan membangun kedekatan dengan komunitas setempat serta memperkuat nilai silaturahmi.

Isu lain yang turut disorot adalah aksesibilitas harga di tengah kondisi ekonomi yang menantang. The People’s Cafe menghadirkan paket bundling dengan potongan harga hingga 30 persen untuk mempermudah masyarakat berbuka bersama tanpa beban berlebih.

Selain itu, pelanggan juga dapat memanfaatkan berbagai penawaran melalui aplikasi Ismaya+, mulai dari diskon khusus hingga sistem pengumpulan poin yang dapat ditukar dengan voucher atau digunakan kembali sebagai alat pembayaran.

Kehadiran Ramadan Rasa Lokal memperlihatkan strategi brand yang semakin mengedepankan narasi lokalitas. Di saat banyak pelaku industri kuliner berlomba menawarkan konsep global, The People’s Cafe justru memperkuat posisi lewat pendekatan yang dekat dengan budaya makan masyarakat Indonesia.

Ramadan tahun ini pun menjadi panggung pembuktian bahwa rasa lokal bukan sekadar tren musiman, melainkan bagian dari identitas yang terus dirawat, baik di rumah maupun di ruang-ruang publik tempat orang berkumpul.

Dengan mengangkat kuliner daerah sebagai simbol kebersamaan, The People’s Cafe tidak hanya menawarkan menu berbuka, tetapi juga menghadirkan cerita tentang Indonesia di setiap hidangan yang tersaji.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *