Banner Website
Daerah

Potang Bolimau Rohul 2026: Tradisi Adat Sambut Ramadan, Bupati Anton Singgung Tantangan Pembangunan

32
×

Potang Bolimau Rohul 2026: Tradisi Adat Sambut Ramadan, Bupati Anton Singgung Tantangan Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Potang Bolimau Rohul 2026: Tradisi Adat Sambut Ramadan, Bupati Anton Singgung Tantangan Pembangunan
Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Rohul kembali menggelar tradisi Potang Bolimau sebagai bagian dari penyambutan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan adat yang sarat makna spiritual dan budaya tersebut berlangsung di kawasan Pujasera Batang Lubuh, Pasir Pengaraian, Selasa (17/02/2026). TN/Melva

Taktiknews.com, Rohul – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Rohul kembali menggelar tradisi Potang Bolimau sebagai bagian dari penyambutan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan adat yang sarat makna spiritual dan budaya tersebut berlangsung di kawasan Pujasera Batang Lubuh, Pasir Pengaraian, Selasa (17/02/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Rohul Anton, ST, MM, bersama Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, SH, MM. Turut mendampingi Sekretaris Daerah M. Zaki, Ketua DPRD Hj. Sumiartini, serta jajaran pejabat daerah lainnya seperti staf ahli, asisten, kepala OPD, hingga unsur Forkopimda.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri para tokoh adat dan masyarakat, termasuk Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Rohul Datuk Seri Drs. H. Yusmar bergelar Sutan Sulembang Rokan, para raja dari Lima Luhak, ninik mamak, serta para tokoh adat Melayu lainnya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan salat Ashar berjamaah, dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim. Setelah itu, rombongan mengikuti arak-arakan menuju lokasi utama pelaksanaan prosesi Potang Bolimau.

Tradisi Potang Bolimau tahun ini memiliki makna tersendiri karena menjadi yang pertama digelar pada masa kepemimpinan Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti.

Dalam sambutannya, Bupati Anton menjelaskan bahwa Potang Bolimau merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Melayu yang melambangkan penyucian diri, baik secara lahir maupun batin, menjelang datangnya bulan Ramadan.

โ€œTradisi ini mengajarkan kita untuk membersihkan hati, mempererat silaturahmi, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat,โ€ ujar Anton.

Menurutnya, pelestarian tradisi adat seperti Potang Bolimau merupakan bagian penting dari upaya menjaga identitas budaya daerah sekaligus memperkuat nilai spiritual masyarakat.

Namun dalam kesempatan itu, Bupati Anton juga menyinggung tantangan pembangunan di Kabupaten Rokan Hulu. Ia mengakui bahwa berbagai program pembangunan belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan masyarakat karena keterbatasan kemampuan fiskal daerah.

โ€œSaya memohon maaf kepada masyarakat Rohul jika masih ada harapan yang belum dapat terpenuhi. Namun kami terus berupaya mengoptimalkan potensi daerah, membangun kemitraan dengan pihak swasta, memanfaatkan program CSR, serta meningkatkan efisiensi anggaran,โ€ katanya.

Sementara itu, Ketua MKA LAMR Rohul Datuk Seri H. Yusmar menilai Potang Bolimau bukan sekadar tradisi adat, tetapi juga momentum mempererat hubungan sosial antar masyarakat.

Menurutnya, melalui kegiatan ini masyarakat diajak untuk saling berbaur, saling memaafkan, dan memperkuat persaudaraan menjelang Ramadan.

โ€œSemoga tradisi ini terus mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat kebersamaan, dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan iman serta takwa dalam menjalankan ibadah Ramadan,โ€ ujarnya.

Puncak acara ditandai dengan prosesi Bolimau Adat, yakni ritual simbolis penyucian diri sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya melestarikan kearifan lokal masyarakat Melayu dalam menyambut bulan suci Ramadan.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *