Taktiknews.com, Pekanbaru – Isu keamanan pangan selama Ramadan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Pekanbaru. Untuk memastikan takjil yang beredar aman dikonsumsi, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru menggencarkan pengawasan di pasar-pasar Ramadan.
Pengawasan dilakukan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan menyasar 15 kecamatan di Kota Pekanbaru. Langkah ini menjadi respons atas meningkatnya aktivitas penjualan makanan berbuka puasa yang rawan penggunaan bahan tambahan berbahaya.
Kepala Disperindag Pekanbaru, Iwan Simatupang, menegaskan bahwa tim gabungan turun langsung untuk melakukan pemeriksaan sampel takjil sekaligus mengecek kelayakan pangan yang dijual pedagang.
โKami tidak ingin ada takjil yang mengandung zat berbahaya atau pewarna yang tidak diperbolehkan. Pengawasan ini kami lakukan bersama BPOM agar hasilnya maksimal,โ ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Pengawasan difokuskan pada potensi penggunaan bahan kimia berbahaya seperti pewarna tekstil, formalin, maupun pengawet yang tidak sesuai standar. Selain itu, aspek kebersihan dan higienitas lapak juga menjadi perhatian tim di lapangan.
Disperindag telah mengingatkan para pedagang agar menjaga kualitas dan kebersihan makanan. Ramadan, menurut Iwan, bukan hanya momentum peningkatan penjualan, tetapi juga ujian tanggung jawab dalam menyediakan pangan yang aman bagi masyarakat.
โKalau ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak bersama instansi terkait sesuai aturan yang berlaku,โ tegasnya.
Pengawasan tidak terbatas pada lapak takjil musiman. Tim juga melakukan pemeriksaan di sejumlah sarana distribusi pangan untuk memastikan rantai pasok makanan tetap memenuhi standar keamanan.
Langkah intensifikasi ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini agar masyarakat terhindar dari risiko keracunan atau dampak kesehatan akibat konsumsi makanan yang tidak layak.
Dengan pengawasan menyeluruh di 15 kecamatan, Pemko Pekanbaru ingin memastikan Ramadan berlangsung aman dan nyaman. Keamanan takjil kini menjadi isu krusial, mengingat tingginya konsumsi makanan berbuka setiap harinya.
Pemerintah berharap pedagang dapat bekerja sama menjaga mutu produk, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pasar Ramadan tetap terjaga sepanjang bulan suci.***













