TaktikNews.com, Pekanbaru – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi Kota Pekanbaru sejak awal 2026. Dari seluruh wilayah yang terdampak, Kecamatan Payung Sekaki tercatat sebagai daerah dengan luasan kebakaran terbesar dalam lebih dari satu bulan terakhir.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru menunjukkan, luas lahan yang terbakar di Payung Sekaki sejak Januari 2026 telah mencapai 7,18 hektare, menjadikannya kontributor terbesar karhutla di ibu kota Provinsi Riau.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Iwa Gemino, mengungkapkan bahwa titik api di Payung Sekaki muncul di beberapa lokasi dengan karakteristik lahan yang mudah terbakar.
“Lokasi kebakaran berada di kawasan Jalan As Shofa, Jalan Arjuna ujung, dan Jalan Sidorukun ujung,” jelas Iwa kepada Taktiknews.com, Sabtu (7/2/2026).
Menurut Iwa, penanganan terberat terjadi di kawasan Jalan Arjuna ujung, di mana luas lahan terbakar mencapai sekitar tujuh hektare. Proses pemadaman di lokasi tersebut berlangsung hingga empat hari, termasuk tahap pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala.
“Kondisi lahan kering dan mudah terbakar membuat proses pemadaman cukup panjang,” ujarnya.
Selain Payung Sekaki, BPBD Pekanbaru juga mencatat kebakaran lahan terjadi di beberapa kecamatan lain, di antaranya Kulim, Rumbai, Rumbai Timur, Bukit Raya, Tuah Madani, dan Bina Widya.
Akumulasi kebakaran lahan di seluruh wilayah Kota Pekanbaru sejak 1 Januari hingga 6 Februari 2026 hampir menyentuh 12 hektare. Saat ini, total luasan lahan terbakar tercatat 11,53 hektare.
BPBD Pekanbaru bersama aparat gabungan terus meningkatkan pengawasan dan respons cepat guna mencegah meluasnya karhutla, terutama di wilayah rawan.
“Kami fokus pada penanganan dini dan pemantauan intensif agar kebakaran tidak semakin meluas,” pungkas Iwa.
Dengan tren kebakaran yang masih terjadi di awal tahun, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api.***













