Taktiknews.com, Meranti – Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti memperketat pengawasan dalam tahapan seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026.
Melalui kegiatan Pemeriksaan Administrasi (Rikmin) awal, Polres menggandeng instansi lintas sektoral untuk menjamin keabsahan dokumen para calon peserta.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Tantya Sudhirajati pada Rabu (1/4/2026) ini dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Kepulauan Meranti, Kompol Ali Azar, S.Sos.
Tercatat sebanyak 38 calon siswa (casis) mengikuti verifikasi ini, yang terdiri dari 35 peserta Polisi Laki-laki (Polki), 2 Polisi Wanita (Polwan), dan 1 calon taruna Akpol.
Demi menjaga objektivitas, panitia melibatkan tim eksternal dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti, hingga Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM).
Kompol Ali Azar, mewakili Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa verifikasi dokumen ini merujuk ketat pada prosedur Mabes Polri dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).
“Seluruh peserta telah melalui tahapan registrasi dan verifikasi administrasi, mulai dari pemeriksaan identitas diri hingga keabsahan dokumen persyaratan,” ujar Kompol Ali Azar.
Personel Si Propam Polres Kepulauan Meranti bersama pengawas eksternal memantau langsung setiap meja pemeriksaan. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya praktik kecurangan atau penggunaan dokumen palsu dalam proses rekrutmen.
Ali Azar menjelaskan bahwa ketelitian dalam tahap awal ini sangat krusial. Ia ingin memastikan bahwa hanya putra-putri daerah yang benar-benar memenuhi kriteria administrasi yang dapat melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya di tingkat Polda.
“Ini menjadi bagian awal untuk menjamin proses rekrutmen Polri berjalan secara bersih dan profesional,” tambahnya.
Meskipun antusiasme masyarakat tergolong tinggi, kepolisian mencatat adanya ketimpangan jumlah peserta. Dominasi peserta pria masih sangat terlihat dibandingkan dengan jumlah pendaftar Polwan dan Akpol yang masih minim.
Kondisi ini menjadi bahan evaluasi bagi Polres Kepulauan Meranti untuk menggencarkan sosialisasi di masa mendatang.
Seluruh proses pemeriksaan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut berjalan kondusif tanpa kendala teknis maupun gangguan keamanan.
Keterlibatan tokoh masyarakat melalui LAM serta dinas terkait terbukti meningkatkan kepercayaan para peserta terhadap kredibilitas seleksi tahun ini.
“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan terkendali,” tutup Ali Azar.***













