Bengkalis, Taktiknews.com – Lebih dari lima abad perjalanan Bengkalis kembali diperingati melalui sebuah momentum yang tidak sekadar menandai usia daerah, tetapi juga menjadi refleksi atas nilai perjuangan, identitas budaya, serta semangat kebersamaan dalam menjaga marwah Negeri Junjungan.
Pesan tersebut mengemuka dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bengkalis memperingati Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis yang berlangsung di Gedung DPRD Bengkalis, Jalan Antara Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis, Kamis (30/7/2026).
Sidang dipimpin Ketua DPRD Bengkalis Septian Nugraha didampingi Wakil Ketua I Arsya Fadhillah, Wakil Ketua II Hendrik Firnanda, dan Wakil Ketua III H. Misno.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, Wakil Bupati H. Bagus Santoso, unsur Forkopimda, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Riau H. Zulkifli Syukur, dua mantan Bupati Bengkalis H. Amril Mukminin dan H. Syamsurizal, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai daerah.
Tidak hanya berlangsung di ruang sidang, peringatan Hari Jadi Bengkalis juga mendapat perhatian masyarakat. Ratusan warga memenuhi halaman Gedung DPRD untuk menyaksikan jalannya sidang melalui layar videotron yang telah disediakan panitia.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Bengkalis Septian Nugraha menyampaikan bahwa Hari Jadi Bengkalis harus menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat, bukan hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan.
Menurutnya, nilai utama dari peringatan tersebut adalah mempererat silaturahmi dan membangun kesadaran bersama bahwa kemajuan daerah membutuhkan persatuan seluruh elemen masyarakat.
“Insyaallah kegiatan ini semakin memperkuat ikatan batin di antara kita semua dan masyarakat Kabupaten Bengkalis,” ujar Septian.
Ia menjelaskan, sejarah Hari Jadi Bengkalis tidak dapat dilepaskan dari peristiwa heroik tahun 1512, ketika putra-putri Bengkalis melakukan perlawanan terhadap Portugis demi mempertahankan wilayahnya.
Peristiwa tersebut, kata dia, menjadi gambaran bahwa Bengkalis merupakan negeri yang memiliki nilai keberanian, kehormatan, dan semangat pengabdian terhadap tanah kelahiran.
“Peristiwa itu menunjukkan bahwa Bengkalis adalah negeri yang bermarwah, bertuan, dan memiliki putra-putri yang rela berkorban demi bakti kepada negeri,” katanya.
Septian kemudian mengajak seluruh masyarakat menjadikan sejarah sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Hari ini berpangkal dari masa lalu. Sejarah adalah tempat kita berhulu untuk memperbaiki keadaan. Karena itu, melalui peringatan Hari Jadi ke-514 Bengkalis ini, mari kita terus memperkuat persatuan dan kesatuan dalam membangun daerah yang kita cintai,” pungkasnya.
Nuansa budaya Melayu turut menjadi bagian penting dalam rangkaian sidang. Atraksi pencak silat, prosesi tepak sirih sebagai simbol penghormatan kepada tamu kehormatan, serta lantunan lagu-lagu Melayu oleh penyanyi asal Bengkalis, Oesman, menghadirkan suasana yang menggambarkan kekayaan tradisi Negeri Junjungan.
Pantauan Taktiknews.com, sidang tersebut juga dihadiri Anggota DPR RI Iyet Bustami, Hj. Sewitri, Arif Eka Saputra, perwakilan DPRD Provinsi Riau, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan BUMN, BUMD, perbankan, organisasi kemasyarakatan, serta undangan lainnya.
Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis menjadi salah satu rangkaian utama peringatan tahun ini. Melalui perpaduan nilai sejarah, budaya, dan partisipasi masyarakat, momentum tersebut kembali menegaskan tekad bersama untuk menjaga marwah serta melanjutkan pembangunan Negeri Junjungan.**














