Taktiknews.com, Inhu – Ledakan pipa gas bawah tanah milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) menggegerkan warga Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Jumat (9/1/2026) dini hari. Insiden ini menyebabkan lima rumah warga mengalami kerusakan, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap. Dentuman keras dari dalam tanah membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah, terutama mereka yang tinggal di sekitar jalur pipa gas.
Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar menjelaskan, ledakan berasal dari pipa gas yang tertanam di dalam tanah. Meski tidak disertai kobaran api, daya ledak yang dihasilkan cukup kuat.
“Tidak ada kebakaran. Saat kejadian kondisi cuaca sedang hujan, namun ledakan tetap menimbulkan dampak signifikan terhadap bangunan warga,” kata Fahrian, Sabtu (10/1/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ledakan diduga kuat akibat kebocoran pipa gas. Material tanah terpental ke udara dan menghantam sejumlah rumah yang berada paling dekat dengan titik ledakan.
Lima rumah yang terdampak masing-masing milik Ahmad Hojali, Supriyanto, Aan, Adi, dan Edi Tamsil. Di antara seluruh rumah tersebut, bangunan milik Ahmad Hojali mengalami kerusakan paling parah karena jaraknya sangat dekat dengan jalur pipa.
“Ledakannya sangat keras. Tanah di lokasi terlihat membentuk lubang besar dan cukup dalam,” ungkap Fahrian.
Usai kejadian, PT TGI langsung menutup aliran gas di titik insiden sebagai langkah pengamanan awal. Aparat dari Polres Inhu dan Polsek Rengat Barat juga turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta pendataan dampak kerusakan.
Saat ini, pihak perusahaan disebut tengah melakukan perbaikan teknis pipa sekaligus berkoordinasi dengan warga terdampak terkait mekanisme ganti rugi. Pertemuan antara perusahaan dan warga telah dilakukan guna membahas penyelesaian pascakejadian.
Insiden ini memunculkan kekhawatiran warga terkait keamanan jalur pipa gas yang melintasi permukiman. Warga berharap ada evaluasi menyeluruh serta jaminan keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.***














