Banner Website
Daerah

Lantai Cagar Budaya Tangsi Belanda Ambruk, 17 Pengunjung Termasuk Siswa SD Luka-Luka

38
×

Lantai Cagar Budaya Tangsi Belanda Ambruk, 17 Pengunjung Termasuk Siswa SD Luka-Luka

Sebarkan artikel ini
Lantai Cagar Budaya Tangsi Belanda Ambruk, 17 Pengunjung Termasuk Siswa SD Luka-Luka
Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, aat meninjau korban di RSUD Tengku Rafian Siak, Sabtu (31/1/2026). /Taktiknews/Muslim

Taktiknews.com, Siak – Kegiatan wisata edukasi berubah menjadi tragedi di Bangunan Cagar Budaya Tangsi Belanda, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Lantai dua bangunan peninggalan kolonial itu ambruk mendadak, menyebabkan 17 pengunjung terjatuh dan mengalami luka-luka, Sabtu (31/1/2026) pagi.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.45 WIB, saat rombongan pelajar tengah mengikuti agenda pembelajaran sejarah. Belasan orang dilaporkan terperosok dari lantai dua ke lantai dasar dengan ketinggian sekitar empat meter.

Korban luka terdiri dari 15 siswa SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, satu guru pendamping, serta satu pemandu wisata lokal. Insiden ini menimbulkan kepanikan di antara rombongan lain yang berada di lokasi.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menjelaskan, rombongan sekolah tersebut berjumlah 55 murid dan 12 guru yang tiba di kawasan Tangsi Belanda sekitar pukul 08.49 WIB. Setelah berkeliling, mereka diarahkan naik ke lantai dua untuk melihat bagian interior bangunan.

Namun, lantai kayu tua yang menjadi pijakan diduga tidak lagi layak secara struktur.

“Material lantai sudah lapuk dan tidak mampu menahan beban ketika rombongan berkumpul di satu titik. Akibatnya, lantai runtuh dan korban terjatuh ke bawah,” ujar AKBP Sepuh kepada Taktiknews.com.

Pasca-kejadian, tim medis dan aparat bergerak cepat melakukan evakuasi. Sebanyak 10 korban dengan luka cukup serius dilarikan ke RSUD Siak untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sementara itu, tujuh korban lain yang mengalami luka ringan ditangani di Puskesmas Mempura, dengan pendampingan pihak sekolah dan tenaga kesehatan.

Polres Siak langsung mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi di sekitar bangunan cagar budaya tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mencegah risiko lanjutan sekaligus mempermudah proses penyelidikan.

“Kami sterilkan area karena kondisi bangunan berpotensi membahayakan pengunjung lain. Saat ini kami juga mengumpulkan keterangan saksi,” kata Kapolres.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Kapolres Siak bersama Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli menjenguk para korban di rumah sakit. Usai kunjungan, Forkopimda melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna menilai tingkat kerusakan bangunan.

Polres Siak secara tegas meminta pemerintah daerah menutup sementara objek wisata Tangsi Belanda sampai dilakukan pemeriksaan teknis dan perbaikan menyeluruh.

“Kami tidak ingin kejadian serupa terulang. Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas, terutama di bangunan cagar budaya yang memiliki struktur tua dan rentan,” tegas AKBP Sepuh.

Insiden ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan dan perawatan bangunan bersejarah, khususnya yang difungsikan sebagai destinasi wisata edukasi dan dikunjungi anak-anak.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *