Banner Website
Politik

Muzani Tegaskan NU Pilar Bangsa Sejak Pra-Kemerdekaan hingga Kini

33
×

Muzani Tegaskan NU Pilar Bangsa Sejak Pra-Kemerdekaan hingga Kini

Sebarkan artikel ini
Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Sabtu (31/1/2026). /Taktiknews/Fraksi Gerindra

Taktiknews.com, Jakarta – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan Nahdlatul Ulama (NU) bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan pilar penting perjalanan bangsa Indonesia sejak masa penjajahan hingga era modern saat ini. Penegasan tersebut disampaikannya dalam peringatan 100 tahun NU, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Muzani, NU yang berdiri pada 1926 telah hadir jauh sebelum Republik Indonesia lahir. Saat NU berdiri, bangsa Indonesia masih berada dalam cengkeraman penjajahan, dengan kondisi rakyat yang serba terbatas, baik secara ekonomi maupun akses pendidikan.

“Di tengah keterbatasan itu, para ulama dan kiai NU sudah memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat. Mereka tidak hanya memikirkan umat, tetapi juga masa depan bangsa,” ujar Muzani.

Ia menjelaskan, sejak awal NU menanamkan semangat perlawanan terhadap penjajahan melalui jalur pendidikan pesantren dan penguatan ajaran Islam. Dari lingkungan NU pula lahir berbagai elemen perjuangan yang kelak berperan besar dalam sejarah nasional, termasuk Ansor dan Banser.

Kontribusi NU, lanjut Muzani, semakin nyata saat Indonesia memasuki masa krusial mempertahankan kemerdekaan.

Muzani menyinggung peristiwa November 1945 di Surabaya sebagai salah satu momentum penting keterlibatan NU dalam mempertahankan kedaulatan negara. Saat itu, santri dan rakyat bersatu menghadapi ancaman kembalinya penjajahan.

“Fatwa jihad yang lahir dari para ulama menjadi pemicu persatuan dan keberanian rakyat. Itu adalah bentuk nyata kontribusi NU dalam menjaga kemerdekaan Republik Indonesia,” tegasnya.

Dalam perjalanan sejarah berikutnya, NU juga disebut berperan penting saat bangsa menghadapi ancaman ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Muzani menilai, kalangan pesantren dan santri ikut menanggung pengorbanan besar demi menjaga keutuhan negara.

Tak hanya dalam situasi politik dan keamanan, NU juga dinilai konsisten hadir di tengah masyarakat dalam kondisi darurat, seperti saat terjadi bencana alam, dengan memberikan penguatan spiritual melalui doa, zikir, dan pendampingan sosial.

Muzani menegaskan bahwa kekuatan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kekuatan NU. Menurutnya, NU yang kuat akan melahirkan bangsa yang kokoh.

“NU akan kuat jika jamaahnya sehat, sejahtera, berpendidikan, dan hidup layak. Itulah fondasi kekuatan bangsa,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Muzani menekankan bahwa seluruh perjuangan NU dilakukan tanpa mengharap pujian ataupun takut pada celaan.

“Perjuangan NU semata-mata ditujukan untuk meraih ridho Allah SWT dan kemaslahatan umat serta bangsa,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *