Taktiknews.com, Pekanbaru – Androy Ade Rianda kembali menyoroti persoalan infrastruktur di Kabupaten Siak yang dinilai belum merata. Jalan rusak serta minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik, khususnya wilayah perbatasan, masih menjadi keluhan utama masyarakat.
Dalam agenda reses yang digelar beberapa waktu lalu, Anggota DPRD Riau daerah pemilihan (Dapil) Siak dan Pelalawan Androy mengaku menerima banyak laporan warga terkait kondisi jalan yang memprihatinkan. Aspirasi tersebut datang dari berbagai kecamatan, mulai dari akses menuju Perawang, Minas, Kandis, hingga ruas jalan di pusat Kota Siak.
Menurut Androy, sejumlah jalur penghubung vital mengalami kerusakan yang cukup mengganggu aktivitas masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah akses menuju jalan tol dari arah Minas dan Perawang.
Ia menyebutkan, kondisi jalan dari Simpang Lukut, Jembatan Lukut hingga ke Minas masih dalam keadaan rusak dan belum mendapatkan perbaikan maksimal. Padahal, jalur tersebut merupakan akses penting yang dilalui masyarakat setiap hari, termasuk kendaraan angkutan barang dan pekerja.
โKerusakan ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan. Kalau dibiarkan, risikonya bisa lebih besar,โ ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar akses transportasi yang menjadi urat nadi perekonomian tersebut tidak semakin memburuk.
Selain persoalan jalan, isu minimnya penerangan jalan umum juga mencuat dalam reses tersebut. Androy menyoroti kondisi di Kecamatan Minas yang dinilainya ironis.
Minas dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil minyak di Riau. Namun, menurutnya, masih banyak ruas jalan yang belum dilengkapi lampu penerangan. Bahkan, terdapat tiang lampu yang sudah berdiri, tetapi belum terpasang kabel dan fasilitas pendukung lainnya.
โMinas ini daerah penghasil minyak, tapi masih gelap di malam hari. Ini tentu menjadi perhatian serius. Harus ada perlakuan khusus,โ tegasnya.
Ia juga menyinggung kondisi jalan di kawasan PT SIR yang disebut rawan dan minim pencahayaan. Situasi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko tindak kejahatan serta membahayakan pengendara yang melintas pada malam hari.
Meski mendorong percepatan perbaikan, Androy tidak menampik bahwa kondisi keuangan daerah saat ini menjadi kendala. Ia menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau tengah mengalami penurunan.
Karena itu, tidak semua usulan masyarakat bisa langsung direalisasikan sekaligus. Pemerintah, kata dia, harus menerapkan skala prioritas.
โDari sepuluh usulan, mungkin hanya dua atau tiga yang bisa diakomodasi terlebih dahulu. Begitu juga dengan lampu jalan, pemasangannya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,โ jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi warga Siak dan Pelalawan agar persoalan infrastruktur dasar tidak berlarut-larut.
Permasalahan jalan rusak dan minimnya penerangan bukan sekadar isu teknis, melainkan menyangkut hak dasar masyarakat atas keamanan dan kenyamanan. Terlebih di wilayah yang memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan daerah.
Pemerintah Provinsi Riau diharapkan dapat memberikan perhatian lebih pada kawasan perbatasan dan sentra ekonomi seperti Minas. Infrastruktur yang layak menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan daerah dan keselamatan warga.***













