Banner Website
Daerah

GOW Bengkalis Ambil Peran Pecahkan Rekor MURI Zapin Massal di Riau

45
×

GOW Bengkalis Ambil Peran Pecahkan Rekor MURI Zapin Massal di Riau

Sebarkan artikel ini
GOW Bengkalis Ambil Peran Pecahkan Rekor MURI Zapin Massal di Riau
GOW Bengkalis Ambil Peran Pecahkan Rekor MURI Zapin Massal di Riau, Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek yang digelar di Pekanbaru, Minggu (11/1/2026). /TN/Indra

Taktiknews.com, Pekanbaru – Organisasi perempuan dalam menjaga warisan budaya Melayu pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek yang digelar di Pekanbaru, Minggu (11/1/2026).

Dalam agenda budaya berskala provinsi,  Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bengkalis tampil aktif dan menjadi bagian penting dari keberhasilan acara.

Kegiatan yang dipusatkan di sepanjang Jalan Gajah Mada ini diinisiasi oleh Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau dan diikuti oleh perwakilan GOW dari seluruh kabupaten dan kota se-Riau.

Antusiasme peserta melampaui target awal, dengan jumlah penari mencapai sekitar 6.000 orang, sehingga sukses mencatatkan rekor nasional.

Ribuan penari perempuan tampil serempak membawakan Tari Zapin dengan busana kebaya laboh kekek, yang merepresentasikan nilai keanggunan, kesantunan, serta identitas budaya Melayu yang melekat kuat di Bumi Lancang Kuning.

Ketua BKOW Provinsi Riau, Adrias Hariyanto, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar seremoni pemecahan rekor, melainkan bentuk ikhtiar kolektif dalam menjaga martabat adat dan nilai budaya Melayu.

“Budaya Melayu hanya bisa terus hidup jika dijaga bersama. Melalui kebersamaan dan gotong royong, organisasi wanita mampu menjadi motor penggerak pelestarian budaya tanpa bergantung pada anggaran pemerintah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, seraya menekankan bahwa pelaksanaan kegiatan dilakukan secara mandiri melalui kreativitas dan solidaritas organisasi perempuan di Riau.

Apresiasi serupa disampaikan Plt Gubernur Riau, SF Harianto, yang menilai peran organisasi wanita sangat strategis dalam menghidupkan kembali nilai-nilai budaya daerah.

Menurutnya, Tari Zapin bukan hanya seni pertunjukan, tetapi juga warisan yang mengandung pesan historis, religius, dan sosial.

“Zapin adalah identitas Melayu. Tugas kita bersama memastikan nilai-nilai ini terus diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

Menariknya, Tari Zapin yang ditampilkan dalam pemecahan rekor ini berakar dari Zapin Meskom, tarian khas Desa Meskom, Kabupaten Bengkalis.

Zapin Meskom dikenal sebagai simbol budaya Melayu pesisir Bengkalis yang menonjolkan kekompakan, kesederhanaan, serta keselarasan gerak yang berlandaskan tradisi Islam dan adat Melayu.

GOW Kabupaten Bengkalis sendiri dipimpin langsung oleh Ira Vandriani, dengan melibatkan 32 peserta dari berbagai organisasi wanita di daerah tersebut.

Kehadiran mereka turut didukung oleh Ketua PKK Kabupaten Bengkalis, Siti Aisyah, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Keseriusan delegasi Bengkalis terlihat dari persiapan matang yang dilakukan melalui latihan rutin sebelum acara.

Persiapan tersebut bertujuan menampilkan Zapin Meskom secara maksimal, baik dari sisi teknik gerak maupun penghayatan nilai filosofisnya.

Pemecahan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek ini menjadi lebih dari sekadar capaian nasional.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi simbol kebangkitan budaya Melayu di Riau, serta pengingat bahwa pelestarian warisan budaya merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen daerah agar tetap hidup dan bermakna lintas generasi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *