Banner Website
Hukum & Kriminal

Fortuner Terbalik Saat Dikejar Polisi, Jaringan Sabu di Rohil Terbongkar

78
×

Fortuner Terbalik Saat Dikejar Polisi, Jaringan Sabu di Rohil Terbongkar

Sebarkan artikel ini
Fortuner Terbalik Saat Dikejar Polisi, Jaringan Sabu di Rohil Terbongkar
Seorang pria berinisial F (44) lebih dulu diamankan petugas. Dari tangan tersangka, polisi menyita puluhan paket sabu siap edar, satu unit Toyota Fortuner BM 805 MR warna abu-abu metalik, satu telepon genggam, serta uang tunai Rp600 ribu yang diduga terkait transaksi. (Taktiknews/Md)

Taktiknews.com, Rokan Hilir – Aksi dramatis layaknya adegan film laga terjadi di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Sebuah mobil Toyota Fortuner yang diduga digunakan untuk melancarkan peredaran narkotika terbalik setelah pengemudinya nekat tancap gas menghindari kepungan aparat kepolisian.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena mengungkap dugaan jaringan peredaran sabu yang selama ini meresahkan warga di wilayah Balai Jaya, Kecamatan Bagan Sinembah.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat. Warga Kampung Kencana, Dusun Sei Kundur, mengaku resah dengan aktivitas transaksi narkotika yang diduga kian marak.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Riau yang dipimpin Kompol Bagus Faria langsung melakukan penyelidikan intensif di lapangan.

Hasilnya, seorang pria berinisial F (44) lebih dulu diamankan petugas. Dari tangan tersangka, polisi menyita puluhan paket sabu siap edar, satu unit Toyota Fortuner BM 805 MR warna abu-abu metalik, satu telepon genggam, serta uang tunai Rp600 ribu yang diduga terkait transaksi.

Dari pemeriksaan awal, F mengaku memperoleh pasokan sabu dari pria berinisial HM (35). Keduanya disebut menjalankan sistem bagi hasil dalam bisnis haram tersebut.

Menurut pengakuan F kepada penyidik, satu ons sabu yang berhasil dipasarkan bisa menghasilkan keuntungan hingga Rp14 juta. Angka ini menunjukkan besarnya perputaran uang dalam jaringan yang tengah dibongkar aparat.

Isu utama dalam kasus ini adalah kuatnya dugaan jaringan terstruktur dengan alur distribusi dan keuntungan besar, yang berpotensi memperluas penyebaran narkotika di wilayah Rohil dan sekitarnya.

Pengembangan kasus membawa polisi memburu HM yang diduga sebagai pemasok langsung kepada F. Namun proses penangkapan berlangsung dramatis.

Saat mengetahui keberadaan petugas, HM diduga berusaha melarikan diri dengan memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan hingga akhirnya mobil yang dikendarainya hilang kendali dan terbalik di jalan.

Meski sempat mencoba kabur usai kecelakaan, HM akhirnya berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti.

Dari hasil penelusuran, polisi turut mengamankan uang sebesar Rp56.476.000 yang tersimpan di rekening bank atas nama pihak lain. Dana tersebut diduga kuat merupakan hasil transaksi narkotika.

Kedua tersangka kini telah diamankan di Mapolda Riau untuk proses hukum lebih lanjut. Hasil tes urine menunjukkan keduanya positif mengandung methamphetamine.

Pihak kepolisian menegaskan, pengungkapan ini belum berhenti. Aparat masih memburu sosok berinisial RD yang diduga sebagai pemasok utama dalam jaringan tersebut.

“Pengembangan terus dilakukan untuk memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya,” tegas Putu Yudha.

Kasus ini kembali menegaskan bahwa peredaran sabu di Riau masih menjadi ancaman serius. Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan demi menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *