TAKTIKNEWS.COM – Membangun rasa percaya diri anak-anak di Panti Asuhan Al-Akbar, Pekanbaru, perlu diawali dengan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat secara terbuka tanpa rasa takut dimarahi atau merasa bahwa pendapat mereka tidak dihargai. Kegiatan tersebut berlangsung di Panti Asuhan Al-Akbar, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Jumat (6/11/2026).
Hal tersebut disampaikan Dr. Welly Wirman, S.IP., M.Si., saat menjelaskan pendekatan dalam membangun kepercayaan diri anak di acara Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema “Membangun Kepercayaan Diri Anak Melalui Komunikasi Suportif”. Menurutnya, metode pendampingan terhadap anak-anak membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan dengan mahasiswa maupun orang dewasa.
Ia menjelaskan, langkah pertama yang perlu dilakukan bukan langsung melatih keberanian anak untuk berbicara di depan orang lain, melainkan memastikan mereka merasa aman dan nyaman dalam lingkungan tempat tinggalnya.
“Yang paling pertama itu yang harus kita lakukan adalah bagaimana membuat anak-anak kita ini merasa nyaman dan tidak takut untuk berbicara,” ujarnya.
Menurut Welly, pendamping perlu mengantisipasi munculnya rasa takut pada anak ketika ingin mengemukakan pendapat. Jangan sampai anak merasa bahwa apa yang disampaikannya tidak penting atau khawatir mendapatkan respons negatif dari orang-orang di sekitarnya.
Karena itu, pola pengasuhan dan pendampingan di lingkungan panti memiliki peran penting. Orang dewasa, khususnya para pengasuh, perlu memberikan contoh komunikasi yang efektif sekaligus asertif kepada anak-anak.
Setelah rasa aman dan nyaman terbentuk, keberanian anak untuk berbicara dan menyampaikan pendapat akan lebih mudah dikembangkan. Pada tahap tersebut, anak perlu diberikan ruang dan kesempatan untuk berlatih melalui aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Welly mencontohkan, pembagian tugas kebersihan dapat menjadi salah satu sarana melatih tanggung jawab sekaligus keberanian anak untuk menyampaikan apa yang telah dikerjakannya di hadapan teman-teman.
Ia juga mengingatkan agar pengasuh tidak langsung menilai substansi pendapat anak ketika mereka mulai berani berbicara. Keberanian untuk menyampaikan sesuatu perlu terlebih dahulu mendapatkan apresiasi.
“Setidaknya keberanian mereka untuk menyampaikan pendapat itu, bahwa berbicara itu sudah kita apresiasi,” jelasnya.
Selain membangun keberanian, anak-anak juga perlu dibekali pemahaman mengenai etika berkomunikasi. Mereka perlu mengetahui cara berbicara yang tepat ketika berhadapan dengan orang yang lebih tua maupun teman sebaya.
Nilai-nilai seperti tidak berteriak, menghindari perkataan kasar, serta menyampaikan pendapat dengan sopan perlu ditanamkan sejak dini.
Dengan pendekatan tersebut, anak diharapkan memahami bahwa menyampaikan pendapat merupakan hal yang diperbolehkan selama dilakukan dengan cara yang baik dan benar.
Welly menegaskan, anak-anak perlu mendapatkan pemahaman bahwa mereka tidak perlu takut untuk berbicara atau mengutarakan pendapat karena lingkungan pengasuhan seharusnya menjadi tempat yang aman bagi mereka untuk belajar dan berkembang.***

















