Banner Website
Daerah

Disdik Riau Ungkap Ketimpangan Peminat SPMB 2026, Pekanbaru dan Dumai Tertinggi

3
×

Disdik Riau Ungkap Ketimpangan Peminat SPMB 2026, Pekanbaru dan Dumai Tertinggi

Sebarkan artikel ini
Akhiri Era Plt, Pemprov Riau Buka Seleksi 69 Kepala SMA/SMK Negeri
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya. (Taktiknews/Yw)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau merilis data Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang menunjukkan SPMB Riau 2026 masih mengalami ketimpangan sebaran peminat antar sekolah maupun wilayah.

Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, mengatakan Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah peminat tertinggi dibandingkan wilayah lain. Dari total kuota 11.611 kursi, tercatat 13.872 akun telah diaktivasi dan 13.340 calon murid telah memilih sekolah.

Sementara itu, Kabupaten Kampar memiliki kuota terbesar di Riau, yakni 13.170 kursi dengan 9.642 pendaftar aktif. Disusul Kabupaten Bengkalis dengan 11.884 kursi dan 8.675 pendaftar aktif.

“Rokan Hulu mencatat 6.687 pendaftar dari kuota 10.337 kursi,” kata Erisman, Senin (22/6/2026).

Di wilayah lain, Kabupaten Siak mencatat 6.105 pendaftar dari kuota 9.191 kursi. Rokan Hilir 6.943 pendaftar dari 8.355 kursi, serta Indragiri Hilir 5.396 pendaftar dari 7.730 kursi.

Kabupaten Pelalawan mencatat 5.018 pendaftar dari kuota 6.891 kursi, Indragiri Hulu 6.368 pendaftar dari 6.982 kursi, dan Kuantan Singingi 4.717 pendaftar dari 6.861 kursi. Sementara itu, Kepulauan Meranti memiliki 1.679 pendaftar dari kuota 2.547 kursi.

Menariknya, Kota Dumai menjadi salah satu daerah dengan tingkat persaingan tertinggi karena jumlah pendaftar mencapai 4.569 orang dari kuota 4.037 kursi atau melebihi daya tampung yang tersedia.

Menurut Erisman, kondisi tersebut menunjukkan adanya konsentrasi peminat pada sekolah-sekolah tertentu, sehingga distribusi calon murid di sejumlah wilayah belum merata.

“Secara umum, tingkat persaingan tertinggi terjadi di Kota Pekanbaru dan Kota Dumai karena jumlah pendaftar melebihi daya tampung yang tersedia,” ujarnya kepada Taktiknews.com, Senin (22/6/2026).

Ia menambahkan, ketimpangan tersebut berpotensi menyebabkan masih adanya SMA/SMK negeri di sejumlah daerah, termasuk di Pekanbaru, yang belum memenuhi kuota setelah proses daftar ulang selesai.

“Kondisi ini berpotensi mengakibatkan masih adanya satuan pendidikan SMA/SMK Negeri, termasuk di Kota Pekanbaru, yang belum memenuhi seluruh kuota daya tampungnya setelah proses daftar ulang selesai,” katanya.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *