Banner Website
Nasional

BNPB Serahkan 252 Huntara di Aceh Tengah, Percepat Pemulihan Warga Terdampak Bencana

27
×

BNPB Serahkan 252 Huntara di Aceh Tengah, Percepat Pemulihan Warga Terdampak Bencana

Sebarkan artikel ini
BNPB Serahkan 252 Huntara di Aceh Tengah, Percepat Pemulihan Warga Terdampak Bencana
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., (rompi cokelat) menyerahkan huntara Kampung Serempah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Sabtu (14/2). (TN/MC)

Taktiknews.com, Aceh Tengah – Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendorong percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tengah. Minggu (15/2/2026), BNPB secara resmi menyerahkan 252 unit hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Ketol.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala BNPB Suharyanto dan diterima secara simbolis oleh perwakilan warga, disaksikan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dan Wakil Bupati Muchsin Hasan. Prosesi berlangsung penuh haru, mencerminkan harapan baru bagi para penyintas yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Bupati Haili Yoga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas konsistensi dukungan BNPB sejak masa tanggap darurat hingga memasuki fase transisi pemulihan. Ia menilai kehadiran pemerintah pusat memberi dampak nyata bagi masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

โ€œDukungan BNPB luar biasa sejak awal bencana. Berkat arahan Presiden melalui Kepala BNPB, warga kami kini dapat menempati hunian yang jauh lebih layak,โ€ ungkap Haili Yoga.

Sementara itu, Suharyanto menegaskan bahwa penanganan bencana di Aceh Tengah menjadi perhatian serius BNPB. Bahkan, ini merupakan kunjungan keempatnya sejak akhir November 2025, termasuk saat aktivitas Gunungapi Burni Telong meningkat hingga berstatus Siaga Level III.

โ€œSejak awal bencana kami hadir langsung di lapangan. Ketika status gunung naik, saya tetap berada di Aceh Tengah untuk memastikan penanganan berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran,โ€ tegasnya.

Memasuki masa transisi menuju pemulihan, BNPB tidak hanya membangun huntara, tetapi juga menyalurkan bantuan lanjutan. Dukungan tersebut meliputi dana stimulan perbaikan rumah rusak ringan dan sedang, Dana Tunggu Hunian (DTH), hingga pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Sebanyak 252 unit huntara dibangun di tiga kampung, yakni Kampung Serempah, Kampung Bintang Pepara, dan Kampung Burlah. Hunian komunal ini dilengkapi fasilitas air bersih, sanitasi, sistem pembuangan limbah, serta jaringan listrik yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh penghuni.

Selain itu, BNPB turut menyediakan perlengkapan dasar seperti alas lantai, kasur, bantal, guling, selimut, dan karpet. Untuk melengkapi perabot rumah tangga, Kementerian Sosial RI akan memberikan bantuan tambahan senilai Rp3 juta per unit.

Bagi warga yang memilih menyewa tempat tinggal sementara, BNPB menyalurkan Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu per bulan, lengkap dengan dukungan logistik selama masa sewa. Skema serupa juga diterapkan di Kecamatan Linge, sembari menunggu penyelesaian pembangunan huntara yang ditargetkan rampung pertengahan Februari 2026.

BNPB memastikan huntara hanya bersifat sementara hingga pembangunan hunian tetap (huntap) selesai. Seluruh kepala keluarga dengan rumah rusak berat, berada di zona rawan bencana, atau kehilangan tempat tinggal dipastikan akan mendapatkan huntap sesuai ketentuan.

Menanggapi keluhan warga terkait kondisi sekolah darurat yang sudah tidak layak, Kepala BNPB juga langsung menginstruksikan pembangunan huntara khusus untuk fasilitas pendidikan dengan standar ruang kelas yang memadai.

Dengan langkah percepatan ini, pemerintah berharap masyarakat Aceh Tengah dapat segera bangkit, hidup lebih aman dan bermartabat, sembari proses rehabilitasi dan rekonstruksi terus berjalan hingga tuntas.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *