Banner Website
Daerah

Ballroom Gratis di MPP Pekanbaru, Fokus Fasilitas Publik Inklusif

62
×

Ballroom Gratis di MPP Pekanbaru, Fokus Fasilitas Publik Inklusif

Sebarkan artikel ini
Pekanbaru Perpanjang Jam Puskesmas hingga Malam, Wali Kota Tegaskan Tak Boleh Tolak Pasien
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. (Taktiknews/Yw)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru kembali menggulirkan rencana pembangunan fasilitas publik yang diklaim berpihak pada masyarakat kecil.

Kali ini, Pemko berencana membangun sebuah ballroom yang terintegrasi langsung dengan Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru di Jalan Jenderal Sudirman.

Menariknya, ballroom tersebut diproyeksikan dapat digunakan secara gratis, khususnya bagi warga kurang mampu yang membutuhkan tempat untuk menggelar kegiatan sosial, termasuk pesta pernikahan dan acara kemasyarakatan lainnya.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyebutkan, pembangunan ballroom ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan fasilitas kota yang inklusif dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa beban biaya.

“Harapannya bisa segera terwujud. Ballroom ini kita siapkan agar masyarakat yang tidak mampu tetap bisa menggunakannya tanpa harus membayar sewa,” ujar Agung, Jumat (16/1/2026) Kepada Taktiknews.com.

Secara konsep, ballroom akan dibangun menyatu dengan gedung MPP Pekanbaru. Agung menjelaskan, area pelayanan publik akan berada di bagian bawah, sementara ruang ballroom dirancang di lantai atas gedung.

“MPP tetap di bawah untuk pelayanan masyarakat, sementara ballroom kita siapkan di bagian atas,” jelasnya.

Menurut Agung, tahun 2026 menjadi momentum Pemko Pekanbaru untuk merealisasikan sejumlah proyek pembangunan yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan warga.

Seluruh rencana tersebut, kata dia, disusun berdasarkan aspirasi masyarakat serta kebutuhan ruang publik yang selama ini masih terbatas.

Tak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga merencanakan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang akan menghubungkan kawasan MPP dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Kaca Mayang.

JPO tersebut dirancang dengan konsep ramah disabilitas. Agung memastikan, desain jembatan akan dibuat lebih landai dan dilengkapi fasilitas pendukung seperti kursi tunggu, sehingga dapat digunakan dengan aman dan nyaman oleh penyandang disabilitas serta masyarakat berkebutuhan khusus.

“Semua fasilitas kita desain agar inklusif dan bisa dinikmati semua kalangan,” tegasnya.

Rencana ini sekaligus menegaskan komitmen Pemko Pekanbaru untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada nilai keadilan sosial dan akses publik yang setara.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *