Taktiknews.com, Pekanbaru – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengalokasikan anggaran lebih dari Rp108 miliar untuk menjamin layanan kesehatan masyarakat pada tahun 2026. Dana tersebut difokuskan untuk membiayai warga kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyebut peningkatan anggaran ini sejalan dengan melonjaknya jumlah warga yang ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Manfaat yang dirasakan masyarakat jauh lebih besar dibandingkan nilai anggaran yang dikeluarkan pemerintah,” ujar Markarius.
Pada tahun 2026, jumlah peserta PBPU yang ditanggung Pemko Pekanbaru mencapai 305.442 jiwa. Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Data Pemko Pekanbaru mencatat, pada tahun 2024 anggaran PBPU masih berada di kisaran Rp67,8 miliar dengan jumlah peserta sebanyak 173.612 orang. Dalam kurun dua tahun, jumlah penerima manfaat bertambah hingga 131.830 jiwa.
Peningkatan juga terlihat pada tahun 2025. Saat itu, anggaran PBPU naik menjadi Rp79,5 miliar dengan jumlah peserta mencapai 304.717 orang. Kenaikan anggaran terus dilakukan seiring bertambahnya jumlah warga yang bergantung pada jaminan kesehatan dari pemerintah daerah.
Markarius menegaskan, komitmen Pemko Pekanbaru tidak hanya berhenti pada peningkatan anggaran, tetapi juga diarahkan pada penguatan kualitas layanan kesehatan.
“Insyaallah, pelayanan kesehatan untuk masyarakat akan terus kami tingkatkan, baik dari sisi pembiayaan maupun akses layanan,” ungkapnya.
Dengan dukungan anggaran tersebut, Kota Pekanbaru saat ini telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC). Capaian kepesertaan JKN-KIS di Pekanbaru bahkan tercatat melebihi target nasional, yakni mencapai 100,071 persen.
Capaian ini menandakan seluruh warga Pekanbaru pada prinsipnya telah memiliki akses terhadap layanan kesehatan, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah kota dalam menjamin hak dasar masyarakat di bidang kesehatan.***














