Banner Website
Peristiwa

1.041 Hektare Lahan Terbakar di Riau, 11 Daerah Terdampak Karhutla Awal 2026

28
×

1.041 Hektare Lahan Terbakar di Riau, 11 Daerah Terdampak Karhutla Awal 2026

Sebarkan artikel ini
Kemarau Baru Sebulan, Karhutla Bengkalis Hanguskan 64 Hektare Lahan
Musim kemarau yang belum genap dua bulan kembali memperlihatkan lemahnya sistem pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis, Riau. Hingga Senin (9/2/2026). TN/Alfin

Taktiknews.com, Riau – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menghantui Provinsi Riau. Sepanjang awal tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat total 1.041,74 hektare lahan terbakar yang tersebar di 11 kabupaten/kota.

Data tersebut disampaikan Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur, Minggu (22/2/2026).

Menurut Jim Gafur, wilayah yang terdampak Karhutla meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, serta dua kota yakni Dumai dan Pekanbaru.

“Total luas lahan terbakar hingga saat ini mencapai 1.041,74 hektare dan tersebar di 11 daerah,” ujarnya kepada Taktiknews.com.

Dari total luasan tersebut, Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan dampak paling besar, yakni mencapai 612,30 hektare. Disusul Bengkalis seluas 201,01 hektare, Indragiri Hilir 64,70 hektare, Siak 63,53 hektare, serta Dumai 30,52 hektare.

Sementara itu, Kampar tercatat 29,50 hektare, Pekanbaru 14,08 hektare, Kepulauan Meranti 13,40 hektare, Rokan Hilir 10 hektare, Kuantan Singingi 1,50 hektare dan Indragiri Hulu 1,20 hektare.

Selain luasan lahan yang terbakar, BPBD Damkar Riau juga mencatat 1.849 titik panas (hotspot) dengan 128 titik api (fire spot) yang terpantau selama periode tersebut.

Meski kondisi di lapangan kini dilaporkan sudah terkendali, pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan. Beberapa hari terakhir, hujan yang turun merata di sejumlah wilayah Riau turut membantu proses pemadaman.

“Laporan dari daerah menyebutkan api sudah dapat ditangani tim gabungan. Curah hujan juga cukup membantu,” jelas Jim.

Dalam penanganan Karhutla, unsur yang terlibat meliputi BPBD kabupaten/kota, TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, hingga perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah terdampak.

Saat ini, Riau juga telah menetapkan status siaga darurat Karhutla guna mempercepat langkah antisipasi dan penanganan.

Selain upaya darat, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih terus digelar, khususnya di wilayah pesisir seperti Kabupaten Siak, Indragiri Hilir, dan Bengkalis. Hingga kini, tercatat sebanyak 7 ton garam (NaCl) telah disemai untuk memicu hujan buatan.

Lonjakan luas Karhutla di awal tahun ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan lebih dari seribu hektare lahan terbakar, potensi dampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas ekonomi menjadi perhatian utama.

Taktiknews.com menilai, langkah pencegahan harus diperkuat sejak dini agar Riau tidak kembali menghadapi krisis asap seperti tahun-tahun sebelumnya. Sinergi pemerintah, aparat, perusahaan dan masyarakat menjadi kunci utama menekan meluasnya Karhutla di Bumi Lancang Kuning.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *