Banner Website
Daerah

Tradisi Aghi Ghayo Onam di Kampar Perkuat Nilai Spiritual dan Persatuan Warga

16
×

Tradisi Aghi Ghayo Onam di Kampar Perkuat Nilai Spiritual dan Persatuan Warga

Sebarkan artikel ini
Tradisi Aghi Ghayo Onam di Kampar Perkuat Nilai Spiritual dan Persatuan Warga
Suasana hangat penuh kebersamaan terasa begitu kuat dalam perayaan Aghi Ghayo Onam atau Hari Raya Enam yang digelar masyarakat Dusun Uwai, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Sabtu (28/3/2026). Taktiknews/Made

Taktiknews.com, Kampar – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa begitu kuat dalam perayaan Aghi Ghayo Onam atau Hari Raya Enam yang digelar masyarakat Dusun Uwai, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Sabtu (28/3/2026).

Tradisi tahunan yang berlangsung setiap tanggal 8 Syawal ini tidak hanya menjadi momen perayaan keagamaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga melalui rangkaian kegiatan khas yang sarat makna.

Perayaan ini diawali dengan Festival Lomang, sebuah tradisi memasak lemang secara bersama-sama yang menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong.

Warga dari berbagai kalangan tampak antusias berpartisipasi, mulai dari persiapan bahan hingga proses memasak yang dilakukan secara kolektif.

Aroma lemang yang dibakar menambah semarak suasana, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang hadir.

Selain itu, kegiatan ziarah kubur juga menjadi bagian penting dari rangkaian Aghi Ghayo Onam.

Warga berbondong-bondong mendatangi makam keluarga untuk mendoakan leluhur, mencerminkan nilai penghormatan terhadap orang tua dan nenek moyang.

Tradisi ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan spiritual, tidak hanya dengan sesama manusia, tetapi juga dengan mereka yang telah mendahului.

Puncak acara ditandai dengan makan bajambau, yakni tradisi makan bersama dalam satu wadah besar yang dinikmati secara berkelompok.

Suasana kebersamaan begitu terasa saat masyarakat duduk bersila, berbagi makanan, dan bercengkerama tanpa sekat.

Momen ini memperkuat nilai persaudaraan serta menciptakan rasa kebersamaan yang sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari yang semakin modern.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, yang turut hadir dalam perayaan tersebut, menegaskan bahwa Aghi Ghayo Onam memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa tradisi ini bukan sekadar perayaan, melainkan refleksi dari ibadah puasa sunnah enam hari di bulan Syawal yang dijalankan sebelumnya.

Menurutnya, pelaksanaan puasa tersebut diharapkan dapat menyempurnakan ibadah umat Muslim, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas spiritual.

Ia juga menilai bahwa tradisi ini mampu menghidupkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat secara nyata.

Lebih jauh, Syahrial menyoroti pentingnya Aghi Ghayo Onam sebagai sarana mempererat ukhuwah atau persaudaraan antarwarga.

Ia menilai bahwa tradisi ini menjadi perekat sosial yang efektif dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

“Tradisi ini mencerminkan bagaimana masyarakat tetap menjunjung tinggi nilai silaturahmi, saling menghargai, serta memperkuat rasa persatuan. Ini adalah warisan budaya yang sangat berharga,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, nilai-nilai seperti kebersamaan dan gotong royong perlu terus dijaga agar tidak tergerus modernisasi.

Aghi Ghayo Onam dinilai menjadi salah satu contoh nyata bagaimana budaya lokal mampu bertahan dan tetap relevan hingga saat ini.

Pemerintah Provinsi Riau, lanjutnya, memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi ini.

Upaya menjaga budaya lokal dinilai penting sebagai bagian dari identitas daerah yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

“Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang tetap konsisten melestarikan tradisi ini. Harapannya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui perayaan Aghi Ghayo Onam, masyarakat Kabupaten Kampar dapat terus memperkuat nilai-nilai keagamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun kehidupan yang lebih harmonis dan sejahtera.

Di sisi lain, masyarakat setempat mengaku bangga dapat terus mempertahankan tradisi ini.

Bagi mereka, Aghi Ghayo Onam bukan hanya bagian dari budaya, tetapi juga menjadi identitas yang mencerminkan jati diri masyarakat Kampar.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, tradisi ini diharapkan dapat terus berlangsung di masa mendatang.

Aghi Ghayo Onam tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga wujud nyata dari nilai-nilai luhur yang mengikat masyarakat dalam harmoni dan persatuan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *