Taktiknews.com, Pekanbaru โ Provinsi Riau menjadi lokasi pelaksanaan latihan penyusunan naskah Rencana Kontingensi Komando Utama Operasi (Rentinkon Kotamaops) TNI yang digelar Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI). Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan Perwira Siswa (Pasis) Dikreg ke-55 Sesko TNI untuk memperkuat kemampuan perencanaan operasi gabungan berbasis kondisi nyata di lapangan.
Komandan Sesko TNI, Marsdya TNI M Khairil Lubis, bersama rombongan melakukan audiensi dengan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto di Ruang Rapat Melati, Kantor Gubernur Riau, Senin (29/6/2026).
Berdasarkan pantauan Taktiknews.com, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran strategis bagi para perwira agar mampu menyusun rencana kontingensi yang akurat, adaptif, dan siap diterapkan ketika menghadapi situasi darurat maupun ancaman terhadap negara.
“Hari ini kita dapat hadir pada kegiatan latihan penyusunan naskah rencana kontingensi Kotamaops TNI oleh Pasis Dikreg 55 Sesko TNI di Provinsi Riau. Saya menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Plt Gubernur Provinsi Riau, beserta seluruh jajaran Forkopimda dan seluruh instansi yang telah menerima kehadiran rombongan Sesko TNI,” ujar Marsdya TNI M Khairil Lubis.
Menurutnya, penyusunan naskah rencana kontingensi memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir strategis para perwira. Melalui latihan tersebut, peserta tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu melakukan analisis terhadap berbagai potensi ancaman di daerah.
“Kegiatan yang dilaksanakan ini memiliki makna sangat strategis. Penyusunan naskah rencana kontingensi Kotamaops TNI merupakan proses pembelajaran operasional yang dirancang untuk membentuk pola pikir strategis, kemampuan analisis, serta kemampuan perencanaan operasi gabungan para perwira siswa,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan pembelajaran di Sesko TNI mengharuskan para perwira turun langsung ke lapangan untuk mempelajari karakteristik wilayah, kondisi geografis, demografi, infrastruktur, hingga potensi bencana dan sumber daya yang dimiliki daerah.
“Melalui kegiatan ini, para perwira siswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas tetapi dituntut untuk turun langsung ke lapangan. Hal tersebut berguna memahami karakteristik wilayah, kondisi geografis, demografi, infrastruktur, potensi ancaman, potensi bencana, maupun sumber daya yang dimiliki daerah,” ungkapnya.
Menurut Khairil Lubis, observasi lapangan menjadi faktor penting agar dokumen rencana kontingensi yang disusun memiliki tingkat akurasi dan relevansi yang tinggi.
“Dengan demikian, setiap rencana kontingensi yang disusun benar-benar didasarkan pada kondisi nyata. Sehingga memiliki tingkat akurasi, relevansi, dan implementasi yang tinggi apabila suatu waktu dibutuhkan,” terangnya.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Riau sebagai lokasi pelaksanaan latihan strategis tersebut. Pemerintah Provinsi Riau, kata dia, siap mendukung kebutuhan data dan informasi guna menyempurnakan penyusunan rencana kontingensi.
“Kami merasa terhormat bahwa Provinsi Riau dapat menjadi bagian dari penyusunan Rentinkon Kotamaops TNI Pasis Dikreg 55 Sesko TNI. Pemerintah Provinsi Riau siap memberikan dukungan data, informasi, dan masukan yang dibutuhkan agar bermanfaat sebagai penyusunan rencana serta penguatan kesiapsiagaan kita.” pungkasnya.***














