Banner Website
Daerah

Riau Genjot Vaksinasi PMK 20 Ribu Dosis, Indragiri Hulu Jadi Wilayah Terbanyak Kasus

86
×

Riau Genjot Vaksinasi PMK 20 Ribu Dosis, Indragiri Hulu Jadi Wilayah Terbanyak Kasus

Sebarkan artikel ini
Riau Genjot Vaksinasi PMK 20 Ribu Dosis, Indragiri Hulu Jadi Wilayah Terbanyak Kasus
Kepala DPKH Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir saat cek penyaluran Vaksinasi-PMK-20-Ribu-Dosis. /TaktikNews/Made

TaktikNews.com, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau terus mempercepat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan menggelar vaksinasi ternak secara serentak di sejumlah daerah. Langkah ini dilakukan untuk menekan penyebaran PMK sekaligus melindungi kesehatan dan produktivitas hewan ternak di Riau.

Program vaksinasi tersebut dilaksanakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Nasional Akselerasi Vaksinasi PMK Tahun 2026, yang melibatkan pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.

Kepala DPKH Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, menyampaikan bahwa Riau telah menerima 20.000 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat. Hingga saat ini, 12.250 dosis telah disalurkan ke berbagai kabupaten dan kota untuk segera digunakan.

“Pada Februari ditargetkan 10.000 dosis dan Maret 10.000 dosis. Ini merupakan bagian dari vaksinasi PMK tahap pertama periode Januari hingga Maret 2026,” ujar Mimi.

Ia menambahkan, vaksinasi akan kembali dilanjutkan pada tahap kedua yang dijadwalkan berlangsung Juli hingga September 2026, guna memastikan perlindungan ternak berjalan berkelanjutan.

Untuk pelaksanaan vaksinasi serentak tahap awal, kegiatan dilakukan oleh UPT Pengembangan Ternak dan Pakan (PTP) DPKH Provinsi Riau, bekerja sama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Kampar dan Dinas Pertanian Kota Pekanbaru, dengan target vaksinasi 200 dosis pada hari pelaksanaan.

DPKH Riau juga mencatat bahwa sepanjang tahun 2025, PMK masih menjadi ancaman serius bagi peternakan daerah. Tercatat 304 kasus PMK yang menyerang hewan ternak di delapan kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

“Kasus terbanyak terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu dengan 143 kasus, menjadikannya daerah paling terdampak PMK di Riau,” ungkap Mimi, Jumat (6/2/2026) kepada TaktikNews.com.

Setelah Indragiri Hulu, kasus PMK terbanyak ditemukan di Kabupaten Siak sebanyak 65 kasus, disusul Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hulu masing-masing 25 kasus, serta Indragiri Hilir 19 kasus.

Sementara itu, daerah lain seperti Kabupaten Kampar mencatat 9 kasus, Pelalawan 6 kasus, Kuantan Singingi dan Bengkalis masing-masing 5 kasus, serta Kabupaten Rokan Hilir 1 kasus.

Dari ratusan kasus tersebut, dilaporkan satu ekor ternak mati akibat PMK di Kota Dumai.

Melalui percepatan vaksinasi ini, DPKH Riau berharap penyebaran PMK dapat ditekan secara signifikan. Selain melindungi kesehatan ternak, langkah ini juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas produksi peternakan dan ketahanan pangan daerah.

“Vaksinasi harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar dampak PMK dapat diminimalkan,” pungkas Mimi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *