Banner Website
Nasional

Primata Indonesia di Ambang Punah, Empat Spesies Masuk Daftar Kritis Dunia

38
×

Primata Indonesia di Ambang Punah, Empat Spesies Masuk Daftar Kritis Dunia

Sebarkan artikel ini
Primata Indonesia di Ambang Punah, Empat Spesies Masuk Daftar Kritis Dunia
Orangutan Tapanuli, Spesies Kera Besar Paling Langka. (Taktiknews/Ist)

Taktiknews.com – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman primata tertinggi di dunia. Namun di balik kekayaan tersebut, ancaman kepunahan terhadap satwa primata justru kian mengkhawatirkan.

Berdasarkan Mammal Diversity Database 2025, Indonesia memiliki 66 jenis primata, atau setara 12,8 persen dari total primata dunia, menempatkan Indonesia di peringkat ketiga dunia setelah Brasil dan Madagaskar. Primata-primate tersebut tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi, sementara Papua dan Kepulauan Maluku tidak memiliki jenis primata.

Sayangnya, status konservasi sebagian besar primata Indonesia berada dalam kondisi genting. Mengacu pada IUCN Red List, dari 66 jenis primata tersebut, 12 spesies berstatus Kritis (Critically Endangered), 25 jenis Terancam Punah (Endangered), dan 26 jenis Rentan (Vulnerable). Hanya satu jenis yang masuk kategori hampir terancam, sementara dua lainnya masih minim data.

Ancaman tersebut juga tercermin dalam regulasi perdagangan internasional. Berdasarkan CITES, mayoritas primata Indonesia tercantum dalam Appendix I dan Appendix II. Appendix I melarang perdagangan internasional satwa yang terancam punah, sedangkan Appendix II mengizinkan perdagangan terbatas dengan pengawasan ketat.

Di tingkat nasional, pemerintah Indonesia telah menetapkan 37 jenis primata sebagai satwa dilindungi, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri LHK Nomor P.106 Tahun 2018.

Situasi semakin mengkhawatirkan setelah laporan Primates in Peril 2023–2025 yang dirilis oleh IUCN SSC Primate Specialist Group, International Primatological Society, dan Re:wild. Laporan tersebut menempatkan empat primata Indonesia dalam daftar spesies paling terancam punah di dunia, yakni Orangutan Tapanuli, Owa Simakobu, Lutung Sentarum, dan Tarsius Sangihe.

Orangutan Tapanuli, Spesies Kera Besar Paling Langka

Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) merupakan spesies orangutan yang baru diakui secara ilmiah pada 2017. Spesies ini berstatus Critically Endangered karena hanya hidup di Lanskap Hutan Batang Toru, Sumatera Utara.

Berdasarkan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Orangutan 2019–2029, populasi orangutan tapanuli diperkirakan hanya 577 hingga 760 individu. Habitatnya pun terfragmentasi dalam tiga blok hutan dengan luas efektif sekitar 138 ribu hektare, atau kurang dari separuh total kawasan Batang Toru.

Orangutan tapanuli juga masuk Appendix I CITES dan dilindungi penuh oleh hukum Indonesia.

Simakobu, Primata Endemik Mentawai yang Terancam Hilang

Simakobu (Simias concolor) merupakan primata endemik Kepulauan Mentawai, yang hanya ditemukan di Pulau Siberut, Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan. Spesies ini terbagi menjadi dua subjenis, yakni Simias concolor concolor dan Simias concolor siberu.

Menurut IUCN, simakobu berstatus Kritis, masuk Appendix I CITES, dan dilindungi oleh undang-undang nasional. Populasinya terus mengalami penurunan drastis akibat deforestasi, perburuan, dan fragmentasi habitat.

Para ahli menilai, tanpa intervensi konservasi yang serius dan berkelanjutan, simakobu terancam punah dalam waktu dekat.

Krisis Primata Jadi Alarm Nasional

Laporan ilmiah ini menjadi peringatan keras bahwa Indonesia tengah berada dalam krisis konservasi primata. Kerusakan habitat, alih fungsi hutan, dan tekanan manusia dinilai sebagai faktor utama yang mendorong laju kepunahan.

Para pakar menegaskan, perlindungan habitat, penegakan hukum, serta keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci utama untuk menyelamatkan primata Indonesia dari ambang kepunahan.

Jika tidak ada langkah nyata dan terkoordinasi, Indonesia terancam kehilangan warisan keanekaragaman hayati dunia yang tak tergantikan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *