Banner Website
Daerah

Percepatan Perbaikan Jalan Pekanbaru 2026: Pemko Genjot 42 Km, Fokus Hingga Pinggiran Kota

30
×

Percepatan Perbaikan Jalan Pekanbaru 2026: Pemko Genjot 42 Km, Fokus Hingga Pinggiran Kota

Sebarkan artikel ini
Percepatan Perbaikan Jalan Pekanbaru 2026 Pemko Genjot 42 Km, Fokus Hingga Pinggiran Kota
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah. (Taktiknews/Made)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menegaskan komitmennya dalam memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak dengan menjadikannya sebagai prioritas utama pada tahun 2026.

Upaya ini dilakukan secara masif dan terukur guna menjawab keluhan masyarakat sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah, terutama di kawasan yang selama ini kurang tersentuh pembangunan.

Langkah percepatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang menargetkan peningkatan kualitas jalan secara signifikan dalam masa kepemimpinannya.

Tahun ini, Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak melalui metode overlay atau pengaspalan ulang sepanjang lebih dari 42 kilometer.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, mengungkapkan bahwa anggaran yang digelontorkan untuk program ini mencapai Rp100 miliar.

Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan jalan yang selama ini menjadi sorotan publik.

“Percepatan ini menjadi fokus utama sesuai arahan wali kota. Tahun ini kita kejar perbaikan minimal 42 kilometer jalan rusak dengan anggaran sekitar Rp100 miliar,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Edward, yang akrab disapa Edu, menjelaskan bahwa target besar yang dicanangkan tidak hanya bersifat jangka pendek.

Dalam rentang waktu dua hingga tiga tahun ke depan, pemerintah kota menargetkan total perbaikan jalan mencapai 100 kilometer.

Target tersebut dianggap realistis mengingat capaian tahun sebelumnya yang berhasil melampaui ekspektasi.

Tidak hanya berfokus pada kawasan pusat kota, program perbaikan jalan tahun ini juga diarahkan untuk menjangkau wilayah pinggiran.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi kesenjangan pembangunan infrastruktur antara pusat dan daerah perbatasan kota, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

“Kalau sebelumnya banyak fokus di tengah kota, sekarang kita perluas ke daerah pinggiran. Ini penting agar akses masyarakat di seluruh wilayah bisa lebih baik,” tambahnya.

Capaian Pemko Pekanbaru pada tahun 2025 menjadi salah satu indikator optimisme dalam menjalankan program tahun ini.

Pada tahun lalu, pemerintah kota berhasil memperbaiki jalan sepanjang 42 kilometer, jauh melampaui target awal yang hanya 20 kilometer.

Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan kinerja sekaligus efektivitas penggunaan anggaran.

Tak hanya dari sisi panjang jalan, jumlah ruas yang diperbaiki juga cukup signifikan. Sebanyak 29 ruas jalan berhasil dipulihkan kondisinya dan tersebar di 15 kecamatan.

Perbaikan tersebut memberikan dampak langsung terhadap mobilitas warga serta mengurangi potensi kecelakaan akibat jalan rusak.

Namun demikian, tantangan ke depan masih cukup besar. Kondisi cuaca, beban kendaraan berat, serta keterbatasan anggaran menjadi faktor yang perlu diantisipasi agar program berjalan sesuai rencana.

Selain itu, pengawasan terhadap kualitas pekerjaan juga menjadi perhatian agar hasil perbaikan dapat bertahan dalam jangka panjang.

Masyarakat pun diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga kondisi jalan yang telah diperbaiki.

Partisipasi publik, seperti melaporkan kerusakan sejak dini, dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan program ini.

Percepatan perbaikan jalan ini tidak hanya sekadar proyek fisik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Infrastruktur jalan yang baik akan berdampak pada kelancaran distribusi barang, efisiensi waktu tempuh, hingga peningkatan aktivitas ekonomi.

Dengan target ambisius dan dukungan anggaran yang memadai, Pemko Pekanbaru optimistis dapat mewujudkan jalan yang lebih layak dan nyaman bagi masyarakat.

Fokus pada pemerataan pembangunan hingga ke pinggiran kota menjadi sinyal kuat bahwa isu ketimpangan infrastruktur kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Ke depan, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan serta sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya.

Jika berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin Pekanbaru akan menjadi salah satu kota dengan kualitas infrastruktur jalan terbaik di wilayahnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *