Banner Website
Ekonomi & Bisnis

Pemprov Riau Fokus Kembangkan Sektor Unggulan untuk Ekonomi 2026

67
×

Pemprov Riau Fokus Kembangkan Sektor Unggulan untuk Ekonomi 2026

Sebarkan artikel ini
Pemprov Riau Fokus Kembangkan Sektor Unggulan untuk Ekonomi 2026
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan dalam Sarasehan Ekonomi Awal Tahun 2026 yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Senin (19/1/2026). /Taktiknews/Yw

Taktiknews.com, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau mulai mematangkan arah kebijakan ekonomi tahun 2026 dengan menitikberatkan pada penguatan sektor-sektor unggulan daerah. Strategi ini disiapkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Riau yang terus menunjukkan tren positif.

Berdasarkan capaian triwulan III tahun 2025, ekonomi Riau tumbuh sebesar 4,98 persen dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Bahkan secara nasional, Riau tercatat sebagai salah satu provinsi dengan kekuatan ekonomi terbesar di Indonesia.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan dalam Sarasehan Ekonomi Awal Tahun 2026 yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Senin (19/1/2026).

Ia mengungkapkan, pada triwulan III 2025, Riau berkontribusi sekitar 5,14 persen terhadap perekonomian nasional dan menempati posisi keenam terbesar nasional berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), serta peringkat kedua terbesar di luar Pulau Jawa.

“Capaian ini menjadi modal penting bagi Riau untuk melangkah lebih jauh. Tahun 2026, pengembangan ekonomi akan kita arahkan pada sektor-sektor unggulan yang benar-benar menjadi kekuatan daerah,” ujar Syahrial.

Menurutnya, terdapat beberapa fokus utama yang akan menjadi penggerak ekonomi Riau ke depan. Pertama, mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kemampuan daerah sendiri dengan mengoptimalkan potensi perkebunan seperti sawit, kelapa, sagu, hingga karet.

Kedua, pengembangan kawasan industri sebagai upaya memperkuat nilai tambah ekonomi. Ketiga, menjaga stabilitas ekonomi masyarakat agar pertumbuhan yang terjadi dapat dirasakan secara merata.

Syahrial juga menekankan pentingnya transformasi struktur ekonomi Riau. Ia menilai ketergantungan pada ekspor bahan mentah harus mulai dikurangi melalui penguatan hilirisasi dan diversifikasi sektor ekonomi.

“Selama ini Riau identik dengan sawit. Padahal kita juga memiliki potensi besar seperti kelapa yang belum dikelola secara optimal. Ke depan, ini harus menjadi perhatian serius,” jelasnya.

Melalui penguatan sektor unggulan dan industrialisasi, Pemprov Riau berharap ekonomi daerah tidak hanya tumbuh dari sisi angka, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Harapan kita di 2026, ekonomi Riau semakin kuat, inflasi tetap terkendali, dan masyarakat bisa merasakan kehidupan yang lebih aman serta tercukupi,” tutup Syahrial.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *