Banner Website
Daerah

Pemkab Siak Gandeng YJI Bantu Balita Jantung Kerinci

48
×

Pemkab Siak Gandeng YJI Bantu Balita Jantung Kerinci

Sebarkan artikel ini
Pemkab Siak Gandeng YJI Bantu Balita Jantung Kerinci
Wakil Bupati Siak, Syamsurizal dan Siti Sarifah, istri Wabup Syamsurizal bersama Yayasan Jantung Indonesia (YJI), Jumat (16/1/2026). /Taktiknews/Muslim

Taktiknews.com, Kerinci Kanan – Isu akses layanan kesehatan bagi anak dengan penyakit serius kembali menjadi perhatian di Kabupaten Siak.

Pemerintah Kabupaten Siak berupaya melindungi kelompok rentan, khususnya anak-anak penderita kelainan jantung bawaan, melalui kolaborasi nyata dengan berbagai pihak.

Hal ini terlihat saat Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, mengapresiasi langkah Yayasan Jantung Indonesia (YJI) yang secara konsisten memberikan pendampingan pengobatan kepada Hamizan Asshauqi, balita asal Desa Bukit Agung, Kecamatan Kerinci Kanan, yang mengidap kelainan jantung bawaan langka.

Didampingi istri, Siti Sarifah, Wabup Syamsurizal menyampaikan bahwa kasus Hamizan menjadi pengingat pentingnya kehadiran negara dan lembaga sosial dalam menjamin hak kesehatan anak, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Ini bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk kepedulian bersama. Pemerintah daerah sangat mengapresiasi YJI serta seluruh elemen masyarakat yang ikut bergotong royong membantu pengobatan anak ini,” ujar Syamsurizal, Jumat (16/1/2026) kepada Taktiknews.com.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Siak terus mendorong pemanfaatan layanan BPJS melalui program Universal Health Coverage (UHC) agar masyarakat tidak terkendala biaya saat membutuhkan perawatan medis.

“Kesehatan adalah hak dasar. Pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal karena persoalan biaya,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal YJI Pusat, Rezka Oktoberia, menyampaikan bahwa YJI menyalurkan bantuan dana pendampingan sebesar Rp4 juta guna mendukung kebutuhan pascaoperasi Hamizan, mulai dari konsultasi dokter, obat-obatan, hingga pemenuhan nutrisi anak.

“Hamizan telah menjalani operasi pada November 2025 dan menunjukkan perkembangan positif. YJI akan terus melakukan pemantauan hingga tahapan pengobatan selanjutnya,” jelas Rezka.

Hamizan baru terdiagnosis mengalami dextrocardia situs inversus saat berusia delapan bulan, setelah orang tuanya melihat adanya perbedaan pertumbuhan dibanding bayi seusianya.

Kondisi ini menyebabkan posisi jantung berada di sisi kanan tubuh, dan memerlukan penanganan medis jangka panjang.

Sebelumnya, keluarga Hamizan juga mendapatkan bantuan dari Baznas, pemerintah kampung, serta masyarakat sekitar, yang membantu pembiayaan operasi pertama di Jakarta.

Sinergi tersebut dinilai sangat membantu kelangsungan pengobatan anak tersebut.

Dengan suara bergetar, orang tua Hamizan, Rio Rohman dan Rizky Widya, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang mereka terima.

“Kami tidak menyangka mendapat dukungan sebesar ini. Bantuan dan kepedulian semua pihak menjadi harapan besar bagi kesembuhan anak kami,” ucap mereka.

Berdasarkan rekomendasi medis, Hamizan masih memerlukan operasi lanjutan sekitar usia empat tahun.

Pemerintah Kabupaten Siak berharap pendampingan dan perhatian terhadap kasus-kasus serupa dapat terus diperkuat, sebagai bagian dari upaya memastikan keadilan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *