Banner Website
Daerah

Pekanbaru Surplus Hampir Rp200 Miliar, Etos Kerja Pemko Disorot Wali Kota

34
×

Pekanbaru Surplus Hampir Rp200 Miliar, Etos Kerja Pemko Disorot Wali Kota

Sebarkan artikel ini
Pekanbaru Surplus Hampir Rp200 Miliar, Etos Kerja Pemko Disorot Wali Kota
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dalam acara silaturahmi bersama ketua RT dan RW dari 7 kecamatan di rumah dinas wali kota, Sabtu (14/2/2026). (TaktikNews/Md)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Perkembangan Pekanbaru sebagai kota modern terus menunjukkan arah positif. Sebagai ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru dinilai memiliki peran strategis sekaligus menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan daerah di Bumi Lancang Kuning.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan, posisi strategis tersebut menuntut tata kelola pemerintahan yang serius, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik. Menurutnya, Pekanbaru bukan hanya milik warga kota, melainkan menjadi wajah Provinsi Riau di mata nasional.

“Pekanbaru adalah representasi Riau. Karena itu pengelolaannya tidak boleh asal-asalan dan harus terus dibenahi,” ujar Agung Nugroho saat dikonfirmasi TaktikNews.com, Minggu (15/2/2026).

Dari pantauan Taktiknews.com, Agung memaparkan salah satu capaian krusial Pemerintah Kota Pekanbaru, yakni keberhasilan mencatatkan surplus pendapatan daerah pada tahun anggaran lalu. Nilainya bahkan mendekati Rp200 miliar.

Capaian ini menjadi momentum bersejarah, mengingat hampir dua dekade sebelumnya keuangan daerah Pekanbaru kerap dibayangi defisit anggaran. Menurut Agung, surplus ini menandai perubahan signifikan dalam pengelolaan keuangan daerah yang lebih disiplin dan terukur.

Dampak dari membaiknya kondisi fiskal daerah turut dirasakan langsung oleh aparatur Pemko Pekanbaru. Jika sebelumnya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) hanya dibayarkan selama delapan hingga sepuluh bulan dalam setahun, kini seluruh pegawai menerima TPP penuh hingga 14 bulan.

“Gaji dan TPP bisa dibayarkan dengan baik karena kinerja pegawai juga meningkat. Mereka bekerja dengan penuh tanggung jawab,” kata Agung.
Tak hanya ASN, peningkatan kesejahteraan juga dirasakan pegawai non-ASN, termasuk PPPK dan PPPK paruh waktu. Agung menyebut, sekitar 80 persen pegawai mengalami kenaikan penghasilan pada tahun ini.

“Dulu masih ada pegawai bergaji sekitar Rp1,4 juta per bulan. Sekarang sudah tidak ada lagi yang penghasilannya di bawah Rp2 juta. Ini bentuk penghargaan atas kerja keras mereka,” tegasnya.

Lebih lanjut, Agung menyoroti perubahan budaya kerja di lingkungan Pemko Pekanbaru. Intensitas kerja yang tinggi, termasuk rapat hingga larut malam dan aktivitas di hari libur, disebutnya sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas layanan publik.

“Tidak mungkin wali kota bekerja sendirian. Semua capaian ini adalah hasil kerja kolektif, dari pimpinan hingga pegawai di lapisan terbawah,” pungkasnya.

Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat dan etos kerja aparatur yang terus dibenahi, Pemko Pekanbaru optimistis dapat melanjutkan pembangunan kota secara berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *