Banner Website
Daerah

Musim Panas Mengintai, BPBD Riau Minta Daerah Siaga Karhutla

46
×

Musim Panas Mengintai, BPBD Riau Minta Daerah Siaga Karhutla

Sebarkan artikel ini
Musim Panas Mengintai, BPBD Riau Minta Daerah Siaga Karhutla
Ilustrasi musim panas mengintai Riau. (TN/Free)

TaktikNews.com, Pekanbaru – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai meningkat seiring berkurangnya curah hujan di Provinsi Riau. Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Damkar Riau mengumpulkan seluruh kepala BPBD kabupaten dan kota untuk memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim panas.

Dari Pantantauan TaktikNews.com, pertemuan tersebut digelar sebagai respons atas peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat penurunan intensitas hujan, terutama di wilayah pesisir Riau.

Kepala BPBD Damkar Riau M. Edy Afrizal, melalui Kepala Bidang Kedaruratan Jim Gafur, mengatakan pemerintah daerah tidak boleh lengah menghadapi perubahan pola cuaca yang berpotensi memicu Karhutla.

“Kami sudah mengumpulkan seluruh kepala BPBD kabupaten/kota dan meminta mereka segera mengambil langkah antisipatif. Saat ini Riau mulai memasuki fase cuaca kering,” ujar Jim Gafur.

Selain perubahan cuaca, kondisi lapangan juga menunjukkan sinyal serius. BPBD mencatat lonjakan titik panas (hotspot) yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, sebagian hotspot tersebut telah terverifikasi sebagai kejadian Karhutla.

“Tren hotspot terus naik dan beberapa sudah terkonfirmasi kebakaran. Karena itu, kami mendorong daerah yang memenuhi indikator untuk segera menetapkan status darurat Karhutla,” tegasnya.

BPBD Damkar Riau juga mengingatkan pemerintah daerah agar lebih masif melakukan edukasi kepada masyarakat. Salah satu fokus utama adalah larangan membuka lahan dengan cara membakar, yang hingga kini masih menjadi pemicu utama kebakaran.

“Di kondisi cuaca kering seperti sekarang, api sangat mudah menyebar. Sosialisasi ke masyarakat harus diperkuat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” jelas Jim.

Berdasarkan data BPBD Damkar Riau, hingga awal tahun ini Karhutla telah terjadi di 10 kabupaten dan kota. Total luas lahan yang terbakar mencapai 182,76 hektare.

Daerah yang terdampak meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, serta Kota Dumai dan Pekanbaru.

Rincian luas kebakaran terbesar tercatat di Bengkalis seluas 65,51 hektare, disusul Indragiri Hilir 36,50 hektare, Pelalawan 21 hektare, dan Kota Dumai 19,52 hektare. Sementara wilayah lain mencatat luasan bervariasi antara 1 hingga 11 hektare.

Tak hanya itu, BPBD juga mencatat 848 hotspot dengan 79 titik api (fire spot) yang tersebar di berbagai wilayah Riau.

“Data ini menunjukkan bahwa ancaman Karhutla sudah nyata. Semua pihak harus siaga dan bergerak cepat sebelum kebakaran meluas,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *